RADAR SEMARANG.ID, Semarang - Anggapan 8 gelas per hari sudah sangat melekat dikehidupan sehari hari. Namun, menurut dokter muda, angka tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Dalam sebuah sesi podcast, Dr. Iksanudin Koti, seorang dokter internship sekaligus content creator, membagikan rumus sederhana yang lebih akurat untuk menentukan asupan air berdasarkan berat badan.
Rumus ini cukup simpel dan yang terpenting adalah menjamin tubuh terhidrasi secara optimal sesuai berat badan.
Berikut rumus menurut Dr. Iksanudin:
Asupan Air (ml)= Berat badan (kg) x 30-40 (ml)
Dengan rumus ini dapat ditentukan berapa mililiter (ml) air yang harus dikonsumsi setiap hari. Jika berat badan 60kg. Maka jumlah asupan air yang harus dikonsumsi adalah 1800-2400ml.
"Kebutuhan cairan kita per hari itu 30 sampai 40 cc (atau ml) per kilogram berat badan per hari," jelas Dr. Iksanudin. Dengan menggunakan rumus ini, setiap orang dapat memastikan mereka terhidrasi secara optimal, tidak berlebihan, dan tidak kekurangan.
Baca Juga: Seberapa Efektif Sumur Resapan Mencegah Genangan Air Saat Musim Hujan? Cek Disini Cara Buatnya
Selain kuantitas, Dr. Iksanudin juga menyinggung pentingnya kualitas air minum yang dikonsumsi. Ia menjelaskan beberapa metode pengolahan air untuk mendapatkan kualitas terbaik, seperti:
1. Multifiltrasi
Multifiltrasi adalah proses menyaring air berulang kali untuk menghilangkan partikel dan kotoran. Proses ini hanya menghilangkan partikel dan kotoran, berbeda dengan proses distilasi.
2. Distilasi
Distilasi adalah sebuah metode yang menghasilkan air dengan kemurnian tinggi. Prosesnya melibatkan pemanasan air hingga menjadi uap (dimasak) dan kemudian mendinginkan uap air tersebut kembali menjadi cairan.
Metode distilasi secara efektif memisahkan air dari zat-zat non-volatil lainnya, menghasilkan air yang sangat jernih. Kualitas air, baik dari segi kemurnian maupun rasa, dapat memengaruhi niat seseorang untuk minum lebih banyak dan memenuhi kebutuhan hariannya.
Dr Iksanudin juga menekankan kembali pentingnya menjaga pola hidup, pola hidup yang tidak sehat adalah akar dari berbagai masalah kesehatan.
Ia juga menceritakan bagaimana pengalamannya di IGD, di mana ia pernah menangani empat pasien serangan jantung dalam sehari, bahkan pada pasien usia muda (25-27 tahun) dengan kondisi obesitas.
Editor : Baskoro Septiadi