RADARSEMARANG.ID – Saat ini Pemerintah sudah memulai program cek kesehatan gratis (CKG). Program ini akan langsung dibawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI).
Per Senin (10/2/2025) Masyarakat pun juga bisa mengakses program ini melalui puskesmas terdekat namun Masyarakat diminta untuk mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT mobile.
Perlu diketahui, untuk Program Cek Kesehatan Gratis ini dibagi ternyata dibagi menjadi 3 jenis, yakni CKG Ulang Tahun, CKG Sekolah, dan CKG Khusus.
Lalu bagaimana mekanisme untuk mendaftar program cek kesehatan gratis ? Berikut ini ulasannya.
Bagi masyakat yang ingin mendapatkan program cek kesehatan gratis, bisa melakukan pendaftaran terlebih dahulu sebelum 30 hari dari hari ulang tahun. Tentu, ini dilakukan agar tidak ada antrean menunggu lama.
Jika tidak bisa mengakses aplikasi Satu Sehat, Kemenkes membuka layanan pendaftaran melalui WhatsApp di nomor 0811-1050-0567.
Cara Daftar Cek Kesehatan Gratis Melalui SATUSEHAT Mobile
Mengunduh aplikasi SatuSehat Mobile melalui Play Store atau App Store
Buka aplikasi dan cari ikon 'Periksa Kesehatan Gratis'
Baca Juga: Wacana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan di Tahun 2025, Begini Penjelasan Lengkapnya
Mengisi data diri, seperti nama Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, dan lainnya
Pilih tanggal dan lokasi fasilitas layanan kesehatan
Setelah mengisi, tiket Cek Kesehatan Gratis akan terbit. Klik untuk 'Lihat Detail'
Geser ke Bawah, tekan 'Isi Skrining' untuk mulai skrining mandiri
Cara Daftar Melalui WhatsApp Cek Kesehatan Gratis
Selain melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile, masyarakat juga bisa mendaftarkan diri Cek
Kesehatan Gratis (CKG) melalui WhatsApp, berikut caranya.
Kirim pesan ke WhatsApp Kemenkes RI di Nomor 0811-1050-0567
Pilih menu 'Cek Kesehatan Gratis'
Mengisi data diri, seperti nama Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon, dan lainnya
Pilih tanggal dan lokasi fasilitas layanan kesehatan
Setelah mengisi, tiket Cek Kesehatan Gratis akan terbit.
Cara Mendaftar Bagi yang Tak Punya Internet dan HP
Bagi warga yang tidak memiliki gadget dan akses internet, staf Ahli Bidang Teknologi
Kesehatan Kemenkes Setiaji mengatakan masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas.
Jumlah Kuota 30 Pendaftar per Hari
Setiap puskesmas diberikan masing-masing 30 kuota per hari. Hal ini sebagai siasat menghindari 'overload' antrean pemeriksaan.
Peserta bisa mengetahui nomor antrean di aplikasi SATUSEHAT mobile. Di sana sudah tertera jam pemeriksaan masing-masing orang. Namun sebagai catatan, tidak semua puskesmas sudah terintegrasi dengan aplikasi SATUSEHAT.
Bagi Anak SD, SMP, dan SMA Dimulai Juli di Sekolah
Cek kesehatan gratis pada 10 Februari 2025 tidak diperuntukkan kepada anak-anak usia 7-17 tahun. Hal ini karena anak-anak usia SD, SMP, dan SMA akan mendapatkan cek kesehatan di sekolah dan dimulai pada Juli mendatang.
Daftar Penyakit yang Diperiksa di Cek Kesehatan Gratis
Bayi Baru Lahir
Kekurangan hormon tiroid bawaan
Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)
Kekurangan hormon adrenal bawaan
Penyakit jantung bawaan kritis
Kelainan saluran empedu
Pertumbuhan (berat badan)
Balita dan Anak Prasekolah (Usia 1-6 Tahun)
Pertumbuhan
Perkembangan
Tuberkulosis
Telinga
Mata
Gigi
Thalasemia (mulai usia 2 tahun )
Gula darah (mulai usia 2 tahun )
Dewasa Usia 18-59 Tahun
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Status gizi
Gigi
Tekanan darah
Gula darah
Risiko stroke (usia 40 tahun)
Risiko jantung (usia 40 tahun)
Fungsi ginjal (usia 40 tahun)
Tuberkulosis
Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) (mulai usia 40 tahun)
Kanker payudara (mulai usia 30 tahun
Kanker leher rahim (mulai usia 30 tahun)
Kanker paru (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)
Kanker usus besar (pada laki-laki mulai usia 45 tahun)
Mata
Telinga
Kesehatan jiwa
Hepatitis B
Hepatitis C
Fibrosis/sirosis hati
Anemia (hanya pada perempuan-calon pengantin)
Sifilis (calon pengantin)
HIV (calon pengantin)
Lanjut Usia Mulai 60 Tahun
Geriatri
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Status gizi
Gigi
Tekanan darah
Gula darah
Risiko stroke
Risiko jantung
Kanker leher rahim (pada perempuan hingga usia 69 tahun)
Kanker paru (pada laki-laki)
Kanker usus (pada laki-laki)
Fungsi ginjal
Tuberkulosis
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
Kanker payudara (pada perempuan hingga usia 69 tahun)
Mata
Telinga
Kesehatan jiwa
Hepatitis B
Hepatitis C
Fibrosis /Sirosis hati
Khusus untuk anak usia 7-17 tahun atau yang masih SD, SMP, dan SMA akan mengikuti program cek kesehatan di sekolah. Program ini dimulai pada Juli mendatang, bertepatan dengan tahun ajaran baru.
Berikut adalah daftar penyakit yang diperiksa, sesuai dengan usia anak.
SD (7-12 Tahun)
Status gizi
Merokok (kelas 5-6)
Tingkat aktivitas fisik (kelas 4-6)
Tekanan darah
Gula darah
Tuberkulosis
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Hati (Hepatitis B)
SMP (13-15 Tahun)
Status gizi
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Tekanan darah
Gula darah
Tuberkulosis
Thalasemia (kelas 7)
Anemia remaja putri (kelas 7)
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Hati (Hepatitis B dan C)
SMA (16-17 Tahun)
Status gizi
Merokok
Tingkat aktivitas fisik
Tekanan darah
Gula darah
Tuberkulosis
Anemia remaja putri (kelas 10)
Telinga
Mata
Gigi
Jiwa
Hati (hepatitis B dan C)
Dengan adanya program cek kesehatan gratis ini, pemerintah berharap bisa memantau Kesehatan warganya supaya bisa menuju Indonesia Emas di 2045.(dka)
Editor : Baskoro Septiadi