Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Waspada! Thailand Temukan Kandungan Berbahaya di Anggur Shine Muscat, Begini Penjelasannya

Deka Yusuf Afandi • Selasa, 29 Oktober 2024 | 18:19 WIB

 

Anggur Shine Muscat
Anggur Shine Muscat

 

RADARSEMARANG.ID –  Anggur Shine Muscat mendadak menjadi perbincagan. Anggur Shine Muscat ini ternyata melebihi batas aman yang diizinkan oleh Jaringan Peringatan Pestisida Thailand (Thai-PAN) dan Dewan Konsumen Thailand (TCC), dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA).

Koordinator Thai-PAN Prokchon Usap menerangkan dari hasil sampel yang terdiri 24 buah Anggur Shine Muscat ditemukan jika dua dari toko daring, tujuh dari toko buah dan pasar segar, serta 15 dari supermarket, pada 2 dan 3 Oktober mendapatkan sembilan sampel yang dapat diidentifikasi sebagai barang impor dari China, sedangkan 15 sampel lainnya tidak dapat diidentifikasi asal negaranya.

"Sangat mengejutkan ketika kami melihat bahwa 23 dari 24 sampel mengandung residu pestisida yang melebihi batas yang diizinkan," kata Prokchon

Prokchon menyebutkan bahwa satu sampel anggur muscat mengandung klorpirifos, insektisida, yang dilarang di Thailand.

Dalam kandungan anggur muscat pada 22 sampel lainnya, ditemukan 14 residu kimia berbahaya yang melebihi batas aman 0,01 mg/kg.

Lalu, ditemukan juga 50 bentuk residu pestisida lainnya, 22 di antaranya yaitu triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil, yang belum ditetapkan berdasarkan hukum Thailand.

"Pestisida ini masih ada di jaringan tanaman anggur, dan menghilangkannya dari jaringan tanaman kemungkinan besar tidak mudah," ungkap Prokchon.

Oleh karena itu, Thai-PAN dan TCC mendesak Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand untuk mengambil tindakan segera, termasuk memerintahkan importir dan distributor memberikan label negara asal anggur Shine Muscat yang diimpor.

Sementara, menurut Direktur FDA Dr Wattanasak Sornrung, pihaknya telah memeriksa 264 ton anggur Shine Muscat impor senilai 72 juta baht (Rp 33,6 miliar) sepanjang 2024.

Hasilnya, hanya empat sampel yang ditemukan mengandung residu pestisida di atas standar keamanan. FDA telah mengambil tindakan hukum terhadap importir tersebut.

"FDA akan mengambil tindakan lebih tegas untuk memeriksa buah dan sayuran yang diimpor," kata Wattanasak.

"Lebih banyak sampel akan dibutuhkan, dan alih-alih menunggu tiga hari saat ini, hasil pengujian harus dirilis dalam waktu 24 jam," terangnya. (dka/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#anggur #Anggur Muscat #anggur shine muscat malaysia