Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Akhirnya RSUD Mijen Beroperasi! Setelah Pembangunan sempat Tertunda Selama Empat Tahun

Adennyar Wicaksono • Kamis, 17 Oktober 2024 | 08:02 WIB
MULAI BEROPERASI : Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika melihat fasilitas yang ada di RSUD Tipe D Mijen.
MULAI BEROPERASI : Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu ketika melihat fasilitas yang ada di RSUD Tipe D Mijen.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sempat tertunda pembangunannya selama empat tahun karena Pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, akhirnya meresmikan RSUD Tipe D Mijen yang berada di Jalan RM. Hadisoebeno Sosro Wardoyo, Mijen, Kota Semarang, Rabu (16/10).

Diketahui pembangunan rumah sakit ini dimulai sejak tahun 2019, namun sempat terhenti.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menjelaskan meskipun sudah diresmikan, namun masih banyak fasilitas dan sarana prasarana yang perlu ditambah untuk menunjang pelayanan rumah sakit milik Pemkot ini.

“Saya mendorong dari Dinas Kesehatan untuk bisa merealisasikan, sehingga kekurangan-kekurangan dari Sarpras rumah sakit bisa dilengkapi,”ujarnya usai peresmian.

Meski masih perlu dibenahi, menurutnya, secara keseluruhan RSUD Mijen bisa digunakan sembari menunggu kelengkapan sarana yang lain.

Mbak Ita mengaku sudah mengalokasikan anggaran pada tahun 2025 mendatang.

“Tahun 2025, memang sudah ada penganggaran lagi. Tinggal melengkapi alat-alat. Kami berharap dewan kedepan bisa mendorong di anggaran perubahan,”katanya.

Mbak Ita menjelaskan, keunggulan RSUD Tipe D Mijen memiliki klinik kejiwaan dan fokus pada penanganan stunting pada anak-anak di Kota Semarang.

Salah satunya konsultasi bagi warga yang depresi atau masalah lainnya.

“Bisa juga konsultasi bagi masyarakat yang depresi, korban bullying, serta permasalahan rumah tangga juga,”imbuhnya.

Khusus penanganan stunting, lanjut Mbak Ita, untuk anak ang lebih dari lima bulan mengalami gizi buruk atau stunting dan belum lulus.

Maka Pemkot Semarang akan memberikan treatment khusus bagi anak-anak stunting. 

“Selain pelayanan standard, kami juga punya unggulan dua program yakni treatment khusus untuk anak-anak stunting dan kejiwaan,”jelasnya.

Mbak Ita mengaku, di RSUD Mijen, masyarakat dapat berkonsultasi hingga mendapat penanganan khusus dan perawatan jika ditemukan kondisi yang tidak memungkinkan. 

Dirinya berencana untuk mengajukan anggaran melengkapi fasilitas RSUD Tipe D ini pada anggaran perubahan dan murni 2025 dan 2026 yakni sekitar Rp 60 miliar.

“Kebutuhannya masih tinggi, sekitar Rp 60 miliar. Kita akan penuhi bertahap melalui APBD perubahan Rp 6 miliar dan anggaran DIF (Dana Insentif Fiskal) murni pusat Rp. 13 miliar. Sisanya bisa dianggarkan dari Pemerintah Kota, tentunya dengan persetujuan DPRD Kota Semarang,” terangnya.

Menurut dia, fasilitas di RSUD Tipe D Mijen sudah sangat luar biasa. Hal ini karena di rumah sakit ini memiliki ruang VIP, kelas 1, 2 dan 3. Bahkan ruang kelas 3 untuk UHC per ruangan memiliki 4 kamar tidur dan kamar mandi di dalamnya.

“Ada ICU, ruang bersalin, ruang operasi sehingga masyarakat di wilayah barat, jadi tidak harus ke RSWN tapi bisa ke RSUD Tipe D ini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, M. Abdul Hakam menjelaskan jika masih ada peralatan yang perlu dilengkapi seperti X-ray, alat-alat anestasi canggih dan sebagainya. 

“Masih harus menunggu anggaran 2025, dibutuhkan untuk pemeriksaan foto dada. Di ruangan operasi juga alat untuk anestesi juga masih manual, kedepan berbarengan dengan alat xray itu akan dianggarkan juga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, RSUD Mijen memiliki kapasitas 50 tempat tidur dengan fasilitas pengobatan untuk obgin, penyakit dalam, bedah dan perawatan poli anak, poli gigi, poli jiwa tersedia di rumah sakit ini. 

“Sebenarnya awal Oktober kemaren sudah kita mulai beroperasi, karena SIUP kita keluar bulan September 2024. Layanan IGD kita cukup banyak menangani setiap hari ada. Seperti kasus kecelakaan, mereka tidak perlu jauh-jauh ke RS bawah tapi bisa langsung ke IGD,”paparnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman menyebut, masyarakat sangat terbantu dengan dibukanya RSUD  Mijen ini, lantaran RSUD KRMT Wongsonegoro jaraknya cukup jauh.

“RSWN ada di Ketileng, jaraknya jauh. Tentunya dewan akan mendorong melengkapi fasilitas yang ada di RSUD Mijen ini,” pungkasnya. (den)

Editor : Agus AP
#RSUD Mijen #RSUD tipe D #RSUD KRMT Wongsonegoro #RSUD Tipe D Mijen