RADARSEMARANG.ID – Banyak sebagian Masyarakat masih menyepelekan penyakit paru-paru basah. Padahal penyakit paru-paru basah bisa mengakibatkan paru-paru tidak bekerja dengan baik.
Pneumonia atau 'paru-paru basah' istilah umum di Indonesia yang sering digunakan untuk merujuk pada pneumonia atau infeksi paru-paru.
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada kantung udara di satu atau kedua paru-paru, yang bisa diisi dengan cairan atau nanah
Namun belakangan, paru-paru basah ini viral di media sosial. Nampak sebuah pengakuan seorang pria yang mengalami penyakit paru-paru basah yang dikarenakan mandi malam.
Bahkan, dalam video tersebut ia mengaku sering berdiam diri di depan kipas angin dan diduga awal mula terkena paru-paru basah dimulai dari itu.
Tak hanya itu saja, dalam video itu, pria tersebut juga mengaju seorang perokok aktif.
Praktisi kesehatan dr Andi Khomeini Takdir menegaskan kedua kebiasaan tersebut sama sekali tak berkaitan dengan paru-paru basah atau pneumonia.
"Paru-paru basah atau pneumonia itu adalah infeksi. Tidak ada hubungan dengan mandi malam, mandi ya mandi saja," terang pria yang akrab disapa dr Koko, meluruskan kabar viral.
Selain itu, penyebab utama dari paru-paru basah yakni debu, bakteri, virus, hingga jamur. Selain itu, kebiasaan seperti merokok hingga menghirup asap dapat merusak paru-paru dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi, sehingga meningkatkan risiko pneumonia.
Ada beberapa gejala yang ditimbulkan paru-paru basah.
Gejala pneumonia atau "paru-paru basah" dapat bervariasi tergantung pada penyebab infeksi, usia, dan kesehatan umum seseorang. Berikut adalah beberapa gejala umum yang sering terjadi pada pneumonia:
Gejala Umum Pneumonia:
- Batuk:
- Batuk yang mungkin menghasilkan dahak (mucus) berwarna kuning, hijau, atau terkadang berdarah.
- Nyeri Dada:
- Nyeri dada yang tajam atau menusuk, terutama saat bernapas atau batuk.
- Kesulitan Bernapas:
- Napas pendek atau sesak napas.
- Demam:
- Demam tinggi disertai dengan kedinginan dan menggigil.
- Kelelahan:
- Merasa lelah atau tidak berenergi.
- Malaise:
- Rasa tidak enak badan secara umum.
Gejala Tambahan:
- Sesak Napas: Kesulitan bernapas atau napas cepat.
- Kebingungan: Terutama pada orang tua atau orang dengan kondisi kesehatan yang buruk.
- Keringat Berlebih: Keringat malam atau berkeringat lebih dari biasanya.
- Kehilangan Nafsu Makan: Tidak merasa lapar atau merasa mual.
Gejala pada Anak-Anak:
- Batuk Kering atau Menyalak: Batuk yang mungkin tidak produktif.
- Napak yang Cepat: Napas cepat atau sangat dangkal.
- Kebingungan atau Iritabilitas: Perubahan perilaku atau tingkat aktivitas.
Gejala pada Orang Tua:
- Kebingungan atau Gangguan Kesadaran: Perubahan mental atau kebingungan.
- Kelelahan Ekstrem: Keletihan yang tidak biasa.
Pencegahan paru-paru basah.
Untuk mencegah pneumonia atau "paru-paru basah," ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko terkena infeksi paru-paru. Berikut adalah beberapa strategi pencegahan yang efektif:
- Vaksinasi:
- Vaksin Pneumonia (Pneumococcal): Vaksin ini dapat melindungi terhadap beberapa jenis bakteri yang menyebabkan pneumonia. Direkomendasikan untuk orang dewasa yang lebih tua, anak-anak, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu.
- Vaksin Flu (Influenza): Vaksin flu tahunan dapat membantu mencegah flu, yang bisa memicu pneumonia.
- Menjaga Kebersihan:
- Cuci Tangan: Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air, terutama sebelum makan atau setelah bersentuhan dengan permukaan yang mungkin terkontaminasi.
- Hindari Menyentuh Wajah: Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, dengan tangan yang tidak bersih.
- Perbaiki Pola Hidup:
- Berhenti Merokok: Merokok merusak sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi paru-paru.
- Jaga Kesehatan Umum: Makan makanan bergizi, cukup tidur, dan olahraga teratur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.
- Hindari Paparan Lingkungan Berbahaya:
- Ventilasi yang Baik: Pastikan ruangan memiliki ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan asap dan polusi udara.
- Lindungi Diri dari Paparan Kimia: Jika Anda bekerja dengan bahan kimia atau debu, gunakan pelindung seperti masker untuk mengurangi risiko iritasi paru-paru.
- Perawatan Kesehatan Rutin:
- Kontrol Penyakit Kronis: Jika Anda memiliki kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, pastikan untuk mengikuti pengobatan dan saran dokter.
- Periksa Kesehatan: Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mendeteksi dan mengobati kondisi yang dapat meningkatkan risiko pneumonia.
Dengan langkah-langkah pencegahan ini, bisa mengurangi risiko terkena pneumonia dan menjaga kesehatan paru-paru. (dka/bas)
Editor : Baskoro Septiadi