RADARSEMARANG.ID - Bagi sebagian besar kaum pria, kejantanan adalah dambaan. Karena, kejantanan seorang pria yang perkasa saat 'adu mekanik' di atas ranjang dengan pasangannya, menjadi salah satu kunci keharmonisan rumah tangga.
Banyak kasus rumah tangga pecah atau berakhir dengan perceraian, karena istri merasa kurang puas mendapat nafkah batin dari pasangannya.
Sang suami yang mengalami persoalan kejantanan seringkali hanya bisa pasrah, karena tak mampu memenuhi kebutuhan batiniah sang istri.
Dalam dunia Kesehatan, kondisi pria yang tidak perkasa ini di sebut Ejakulasi Dini (ED). Kondisi ini sering kali membuat pria menjadi tidak percaya diri karena tidak dapat merasa puas dalam berhubungan intim.
Dalam sebuah studi yang di keluarkan American Urological Association, sekitar 30–40% pria dalam hidupnya pernah mengalami ejakulasi dini.
Pasalnya, ejakulasi dini merupakan jenis disfungsi seksual yang paling umum terjadi pada pria.
Masih dari jurnal yang sama disebutkan, beberapa penyebab ejakulasi dini yang dialami oleh pria, di antaranya karena Organik, yakni Ejakulasi dini yang disebabkan karena faktor penyakit seperti gangguan hormon, penyakit kronis seperti diabetes, atau pengaruh obat-obatan tertentu yang dikonsumsi.
Faktor penyebab lainnya adalah Psikogenik, ini adalah penyebab yang paling sering dialami karena mentalitas akibat stres, depresi, kurang percaya diri, dan kecemasan berlebih terhadap performa seksual. Tekanan pekerjaan yang berlebihan dapat menyebabkan ED ini.
Kondisi ini membuat kaum pria kemudian mencoba mencari cara, dengan mengkonsumsi obat-obatan yang di harapkan dapat meningkatkan keperkasaan mereka.
Tapi, banyak dari mereka yang lupa, bahwa obat-obatan ini sifatnya sementara dan bisa jadi mengandung efek samping lainnya.
Cara yang mudah, murah dan tidak mengandung efek samping, untuk meningkatkan keperkasaan kaum pria adalah dengan memanfaatkan tumbuhan alam yang ada di sekeliling rumah. Salah satunya dengan rajin mengkonsumsi daun kelor.
Betulkah daun kelor dapat meningkatkan kejantanan pria? betul sekali. Koq bisa? Mungkin itu pertanyaan yang ada dalam benak anda.
Bisa sekali, karena daun kelor Biji dan daun kelor mengandung glukosinolat. Menurut penelitian yang dilakukan di laboratorium, senyawa glukosinolat kemungkinan memiliki sifat antikanker.
Dalam sebuah penelitian di temukan, bahwa tanaman kelor dapat membantu mencegah hiperplasia prostat jinak.
Kondisi ini umum terjadi seiring bertambahnya usia dan ditandai dengan pembesaran prostat yang membuat pria sulit buang air kecil.
Penelitian lainnya juga menemukan bahwa senyawa saponin, yang ada dalam kandungan daun kelor, dapat meningkatkan libido dan kadar hormon testosteron.
Testosteron sendiri adalah hormon yang identik dengan pria. Hormon ini bertanggung untuk mengatur gairah seksual seseorang, baik pria maupun wanita. Namun, hormon testosteron lebih banyak ditemukan di dalam tubuh pria.
Oleh karena itu, dengan rutin mengkonsumsi daun kelor, bisa dipercaya dapat menyeimbangkan kadar testosterone.
Daun kelor ini bisa di konsumsi dengan di masak seperti laiknya sayur bayam atau di konsumsi langsung beberapa lembar daun secara rutin.
Rutin mengkonsumsi daun kelor, juga dapat membantu mengatasi Disfungsi Ereksi, yang selama ini di takutkan kaum pria.
Disfungsi Ereksi sendiri adalah ketidakmampuan mendapatkan atau mempertahakan ereksi saat berhubungan seksual.
Disfungsi Ereksi ini biasanya di sebabkan oleh gangguan aliran darah yang di antaranya dipicu adanya tekanan darah yang cukup tinggi, kadar lemak darah dalam tubuh yang terlalu tinggi, serta seseorang mengidap menyakit gula atau diabet.
Nah, daun kelor memiliki yang memiliki kandungan polifenol, dapat meningkatkan aliran darah dengan cara meningkatkan produksi oksida nitrat dan menurunkan tekanan darah.
Tidak hanya itu, ekstrak biji kelor ternyata dapat mengendurkan otot polos di alat vital, karena dapat memasok aliran darah yang cukup banyak ke dalam alat vital.
Nah itulah beberapa manfaat daun kelor yang dapat meningkatkan kembali keperkasaan seorang pria.
Kuncinya, rutin mengkonsumsi daun kelor baik yang sudah di ekstrak maupun di olah sebagai masakan. (sls/bas)
Editor : Baskoro Septiadi