Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Mengenal Bahaya Hipotermia saat Mendaki Gunung, Kenali Gejalanya

Aby Genta Putra Prasetya • Rabu, 13 Desember 2023 | 02:02 WIB
ilustrasi pendaki gunung
ilustrasi pendaki gunung

RADARSEMARANG,ID - Mendekati masa liburan sekolah dan liburan akhir tahun banyak digunakan para pecinta alam untuk mendaki gunung yang didambakan.

Alasannya adalah para pendaki ini juga memiliki kesibukan seperti bersekolah, berkuliah ataupun banyak juga yang sudah bekerja.

Nah dengan waktu liburan akhir tahun yang cukup panjang biasanya dimanfaatkan oleh para pendaki untuk kembali berpetualang di gunung-gunung yang ingin mereka taklukkan.

Menaklukkan gunung bagi sebagian orang adalah tantangan tersendiri yang bila sudah dilaksanakan akan menjadi suatu kebanggaan yang tidak bisa diutarakan.

Mendaki gunung juga merupakan sebuah kegiatan refreshing yang bisa digunakan untuk sekedar merehatkan sejenak pikiran dari lalu lalang kondisi pekerjaan yang melelahkan.

Panorama indah dengan kesejukan yang tidak dapat ditemui di kota-kota besar memang menjadi alasan sendiri kenapa orang-orang ingin mencoba mendaki gunung.

Tapi sebelum mendaki gunung, banyak hal yang harus dipersiapkan. Terlebih apabila kita merupakan pendaki amatir yang belum mengetahui bagaimana seluk-beluk pendakian.

Ada banyak bahaya yang bisa saja mengintai bila kita tidak melakukan persiapan dengan matang saat mendaki gunung.

Baca Juga: Cerita Mistis Gunung Gandul Alas Roban, Tempat Unik yang Diklaim Angker Sebabkan Bus Kesasar di Tengah Hutan

Salah satunya adalah Hipotermia, menurut National Library of Medicine, hipotermia adalah penurunan suhu tubuh dibawah 35 Celsius tanpa disengaja.

Hipotermia terjadi ketika tubuh mengeluarkan lebih banyak panas daripada yang diserap atau dihasilkan, sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup untuk mempertahankan fungsi tubuh dengan baik.

Biasanya orang yang terkena hipotermia merupakan orang yang sedang berada dalam kondisi suhu dingin tetapi badan terus memroduksi panas, contonya seperti mendaki gunung.

Hipotermia tidak bisa diabaikan, karena orang yang terkena akan merasakan gelisah, kebingungan, koma hingga bila tidak cepat ditangani bisa menyebabkan kematian.

Menghindari hal tersebut, kita harusnya mulai aware dengan gejala-gejala yang nampak agar bisa langsung mencari pertolongan pertama.

Dilansir @eiger.east sebagai persiapan sebelum seseorang akan terkena hipotermia, berikut gejala-gejala seseorang yang akan terkena hipotermia :

1. pada fase ringan, suhu tubuh berada di kisaran 32-35 derajat celsius. orang yang berada dalam fase ini akan merasakan tekanan darah tinggi, menggigil, detak jantung dan napas terasa lebih cepat, pembuluh darah menyempit dan kesadaran mulai melemah.


2. Selanjutnya fase sedang yakni saat suhu tubuh seseorang menurun sampai 28-32 derajat Celsius. Gejala hipotermia fase sedang adalah detak jantung tidak teratur, tingkat kesadaran menurun parah dan refleks anggota tubuh juga menurun.


3. Pada fase akhir, yakni fase parah diawali dengan penurunan suhu tubuh kurang dari 28 derajat Celsius, pupil mata tidak reaktif, gagal jantung, penumpukan cairan pada paru-paru dan jantung berhenti. Dalam fase ini korban sudah berada di ambang yang sangat berbahaya, sehingga harus secepatnya mendapatkan pertolongan medis.

Semoga utas ini bermanfaat bagi para pendaki yang hendak mendaki gunung impiannya, ingat untuk selalu berhati-hati dan selalu waspada

Editor : Agus AP
#hipotermia #gejala #gunung #hindari #tips #mendaki