RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas STEKOM, melakukan pendataan VO2Max, kepada pemain sepak bola usia dini SSB Putra Mororejo, Kendal.
Menariknya, pendataan ini dilakukan dengan prinsip-prinsip Sport Science, karena VO2Max pada pemain sepakbola, merupakan kemampuan maksimal untuk menggunakan oksigen selama aktivitas fisik.
Menurut Rusito, Ketua Tim Pengabdian kepada masyarakat Universita STEKOM, dengan VO2 max yang tinggi, pemain sepakbola dapat meningkatkan daya tahan aerobik dan bertahan dalam situasi pertandingan yang sulit seperti berlari jarak jauh atau berlari cepat dalam waktu lama.
“Selain itu, VO2 max yang tinggi juga membantu dalam memulihkan diri setelah aktivitas fisik yang intens. Untuk meningkatkan VO2 max pada pemain sepakbola, latihan yang melibatkan kapasitas paru-paru, jantung, dan otot pernapasan seperti lari jarak jauh dan sprint interval”ungkap Rusito.
VO2Max,tambah Rusito, merupakan volume maksimal oksigen yang dapat diproses dalam tubuh manusia ketika melakukan aktivitas fisik yang intensif.
Volume O2 Max diukur dalam satuan mililiter/menit/kg berat badan atau liter per menit, dan digunakan untuk mengukur kemampuan tubuh manusia.
Setiap sel di dalam tubuh manusia memerlukan oksigen untuk mengubah energi makanan menjadi Adenosine Triphosphate (ATP).
“Permasalahan yang menjadi prioritas pada PKM ini adalah Pendataan VO2 Max pemain sepakbola sebagai standart kebugaran, Pelatihan pendataan menggunakan Gelang Tangan Smart Watch untuk mengetahui detak jantung dan aplikasi dengan database pemain sebagai kalkulator VO2 Max.”jelasnya.
Solusi yang ditawarkan, Pembuatan Aplikasi untuk mengukur VO2 max dengan menggunakan alat bantu seperti denyut nadi dan oksimeter berupa jam tangan Smart Wacth.
Aplikasi ini dapat dibuat dengan desain yang user-friendly, mudah digunakan, dan memberikan hasil pengukuran VO2 max yang akurat dan valid.
“Pelatihan Penggunaan Aplikasi memberikan pelatihan kepada pelatih atau instruktur olahraga tentang penggunaan aplikasi yang telah dibuat.” terang Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universita STEKOM ini.
Pelatihan mencakup cara mengoperasikan aplikasi, cara melakukan pengukuran VO2 max menggunakan alat bantu, serta cara interpretasi data hasil pengukuran.
“Program pengabdian Masyarakat ini adalah bentuk kinerja dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam menyebarkan dan mengimplementasikan bidang ilmu yang dikuasai oleh dosen. Kami sangat senang sekali dapat membantu SSB Putra Mororejo untuk meningkatkan potensi pemain sepakbola dengan adanya program PKM ini, “ujarnya.
Dalam keseluruhan, pelatihan pendataan VO2 max sebagai indikator kebugaran berbasis aplikasi dan sport science di SSB Putra Mororejo telah memberikan manfaat positif bagi pemain sepakbola usia. (sls/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi