Belum Kuliah, Mahasiswa Baru Polifurneka Kendal Sudah Dapat Penempatan Kerja

Budi Setiyawan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:42 WIB
BERSAMA: Jajaran pimpinan Polifurneka Kendal bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berfoto bersama mahasiswa baru usai pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Polifurneka Kendal, Senin (31/8). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)
BERSAMA: Jajaran pimpinan Polifurneka Kendal bersama Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari berfoto bersama mahasiswa baru usai pengukuhan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus Polifurneka Kendal, Senin (31/8). (BUDI SETIYAWAN/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sejumlah mahasiswa baru Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal sudah mendapatkan penempatan kerja meski belum memulai perkuliahan, menunjukkan kuatnya keterhubungan kampus vokasi tersebut dengan dunia industri.

Penempatan kerja mahasiswa baru Polifurneka Kendal itu diperoleh melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (Jarvis) dengan PT Multi Manao Gresik, PT AST Indonesia Semarang, dan PT Jati Indah Permai.

Selain itu, Penempatan Kerja diperoleh melalui Jarvis Beasiswa di PT Ebako Nusantara Semarang serta JARVIS Reguler di CV Graha Lentera Bangsa, Bali.

Direktur Polifurneka Kendal Dr Peni Shoffiyati mengatakan keterlibatan industri sudah dimulai sejak proses penerimaan mahasiswa baru, bukan hanya ketika mahasiswa menyelesaikan pendidikan.

“Dari awal masuk, mahasiswa sudah dikenalkan dengan dunia industri, bahkan beberapa mahasiswa baru sudah mendapatkan penempatan kerja melalui jalur yang bekerja sama dengan industri,” kata Peni saat pengukuhan mahasiswa baru Polifurneka, Senin (31/8).

Menurut Peni, pola tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat link and match antara kompetensi yang dikembangkan di kampus dengan kebutuhan dunia kerja.

Keterlibatan industri juga terlihat dari proses seleksi mahasiswa baru karena lima perusahaan ikut terlibat langsung melalui JARVIS Industri.

Lima industri tersebut yakni PT Pelangi Kreasi Solusi Dewata, PT Keravindo Surya Tama, PT Warisan Eurindo, ASMINDO, CV Qvesarum Asia, dan Indospace Group.

“Jadi kami tidak hanya menyiapkan mahasiswa untuk lulus, tetapi bagaimana kompetensi yang mereka miliki benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Peni.

Besarnya kepercayaan industri terhadap Polifurneka Kendal juga tercermin dari dukungan beasiswa karena sebanyak 29 industri memberikan beasiswa kepada mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.

Jumlah 29 industri tersebut menjadi yang terbanyak hingga saat ini dan berasal dari berbagai sektor, mulai furnitur dan pengolahan kayu hingga manufaktur, otomotif, tekstil, teknologi, dan material.

“Ini merupakan jumlah mitra industri pemberi beasiswa terbanyak sampai saat ini, yaitu 29 industri, dan kami menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh mitra,” kata Peni.

Di tengah kuatnya keterhubungan dengan industri, minat masyarakat terhadap pendidikan vokasi Polifurneka Kendal juga tercatat tinggi dengan animo Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) mencapai 1:11.

Dari proses PMB tahun akademik 2026/2027 tersebut, sebanyak 209 calon mahasiswa dinyatakan diterima sebagai mahasiswa baru Polifurneka.

Plt Kepala BPSDMI Kementerian Perindustrian Emmy Suryandari mengatakan dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya.

“Dunia industri tidak hanya menilai apa yang Anda ketahui, tapi juga apa yang mampu Ananda kerjakan nantinya,” tegas Emmy.

Menurut dia, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, beradaptasi terhadap perubahan, serta menjaga integritas ketika memasuki lingkungan kerja.

“Bagaimana kalian akan belajar menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, beradaptasi dengan perubahan serta menunjukkan integritas dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab,” lanjutnya.

Dukungan terhadap mahasiswa Polifurneka Kendal juga datang dari Pemerintah Kabupaten Kendal melalui program Satu Desa Satu Sarjana.

Program tersebut pada tahun akademik 2026/2027 telah memberikan manfaat kepada mahasiswa yang berasal dari 49 mahasiswa di Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan penguatan pendidikan vokasi harus berjalan seiring dengan pengembangan ekosistem industri di daerah.

“Pendidikan vokasi harus berjalan beriringan dengan pengembangan ekosistem industri di daerah,” kata Dyah.

Menurutnya, sejumlah isu strategis perlu diperhatikan, antara lain link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri, pengembangan UMKM dan industri furnitur lokal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam desain dan produksi.

“Termasuk juga industri furnitur yang berorientasi pada keberlanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, industri, UMKM dan masyarakat,” ujarnya.

Dengan keterlibatan industri sejak penerimaan mahasiswa, dukungan beasiswa dari 29 perusahaan, serta program pemerintah yang menjangkau 49 desa, Polifurneka Kendal terus memperkuat posisi pendidikan vokasi sebagai jalur menuju dunia kerja.

Direktur PT Ebako Nusantara, Eny Sulistyowati mengatakan ada tiga mahasiswa diberi beasiswa untuk Angkatan 2026/2027 ini.

"Mereka yang lulus langsung penempatan kerja di perusahaan. Jadi ikatan Dinas selama empat tahun," ujar Eny yang juga Ketua Paguyuban  Pengusaha Kawasan Industri Terboyo.

Hal senada Yeung Wo Fai President Director PT Sitoy Leather Products Indonesia yang mengaku senang bisa bekerjasama dan memberikan beasiswa keapda 41 mahasiswa Polifurneka.

"Saya berharap generasi muda di Polifurneka ini mendapatkan masa depan yang cerah," imbuhnya. (bud)



Editor : Tasropi
Peni Shoffiyati Emmy Suryandari PT Ebako Nusantara Dyah Kartika Permanasari Polifurneka Kendal