
RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tidak sekadar menjalankan program kampus, tetapi ikut menjadi penggerak potensi desa dan pemberdayaan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari saat menghadiri kegiatan Jalan Sehat dan Expo KKN UPGRIS di Kecamatan Plantungan.
Menurut Dyah, keberadaan mahasiswa KKN di tengah masyarakat dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki desa.
“Program KKN ini bukan hanya soal mengimplementasikan ilmu dari ruang kelas, tapi juga tentang menumbuhkan empati, melatih kepemimpinan, dan meneguhkan nilai gotong royong,” ujar Bupati yang akrab disapa Mba Tika itu.
Politisi PDI Perjuangan itu menilai mahasiswa memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat dengan memahami persoalan sekaligus ikut mencari solusi yang dapat memberikan manfaat.
“Mahasiswa belajar langsung dari masyarakat, mendengarkan, memahami, dan tumbuh bersama memberi solusi,” katanya.
Tika mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur, tetapi harus dibarengi dengan penguatan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian sosial.
“Dari sini kita bisa melihat bahwa pembangunan bukan hanya infrastruktur, tapi juga tentang membangun sumber daya manusia yang peduli dan saling menguatkan,” tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat menjadi penting untuk mendorong potensi desa agar semakin berkembang dan dikenal lebih luas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




