Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Sungai Kendal Dipenuhi Sampah, Ada Plastik, Kayu Glondongan hingga Kasur Bekas

Budi Setiyawan • Minggu, 15 Februari 2026 | 13:29 WIB
Photo
Photo

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL— Belum genap sepekan hujan deras mengguyur, tumpukan sampah kembali menggunung di bawah jembatan pusat Kota Kendal, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Pegulon, Kecamatan Kota Kendal.

Di bawah jembatan dekat Masjid Agung Kendal tersebut, persoalan sampah menjadi masalah klasik yang selalu berulang setiap musim hujan.

Setiap debit air meningkat, plastik, kayu gelondongan, hingga kasur bekas hanyut dari hulu lalu tersangkut di tiang penyangga jembatan di Sungai Kendal.

Akibatnya, aliran sungai melambat, tekanan air meninggi, dan ancaman luapan kembali membayangi kawasan pusat kota.

Kapolres Kendal Hendry Susanto Sianipar turun langsung memimpin pembersihan sampah bersama jajaran kepolisian, TNI, dan unsur pemerintah daerah.

Petugas menurunkan sampah yang tersangkut secara manual agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir bisa ditekan.

“Setiap hujan deras, titik ini hampir selalu menjadi lokasi penumpukan sampah sehingga kami bergerak cepat sebelum terjadi luapan,” ujar Hendry di sela kegiatan.

Ia menegaskan pembersihan difokuskan di pusat kota karena dampaknya paling dirasakan masyarakat.

“Ini langkah antisipasi, bukan menunggu banjir datang,” tegasnya.

Menurut Hendry, tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan keselamatan warga dari ancaman bencana lingkungan.

“Mitigasi seperti ini bagian dari tanggung jawab kami,” katanya.

Fenomena penumpukan sampah tersebut dipicu kombinasi faktor alam dan kebiasaan membuang sampah sembarangan di aliran sungai.

Debit air tinggi dari wilayah hulu membawa berbagai material yang akhirnya tertahan di struktur jembatan.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyebut kondisi tersebut sebagai persoalan klasik yang harus ditangani secara bersama-sama.

“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi soal keselamatan warga karena jika aliran terhambat dan debit naik, potensi luapan sangat besar,” katanya.

Dyah menjelaskan, rob di wilayah utara membuat aliran sungai menuju laut tidak maksimal sehingga sampah tertahan di tengah kota.

“Ketika rob bersamaan dengan hujan deras, air tidak bisa langsung turun ke laut dan di situlah sampah menumpuk,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan langkah jangka menengah berupa pengerukan alur sungai untuk mengurangi sedimentasi.

“Perawatan rutin bisa menggunakan APBD kabupaten, sedangkan kebutuhan tertentu menjadi kewenangan pemerintah provinsi,” ujarnya.

Sebelumnya, jaring penyaring sampah telah dipasang di sejumlah titik aliran sungai.

Namun, beberapa besi penahan jaring dilaporkan hilang sehingga fungsi penyaringan tidak berjalan optimal.

Aksi bersih kali ini memang kembali membuka aliran air.

Namun selama pola lama terus terulang, jembatan di pusat Kota Kendal tetap berpotensi menjadi titik langganan penumpukan sampah setiap kali hujan deras turun. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #BANJIR #sungai #SAMPAH