Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kisah Nyata Masuk Panggung: Teater Lebah Ungkap Luka Perempuan di Theater Parade #9

Budi Setiyawan • Minggu, 25 Januari 2026 | 12:32 WIB

 

Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Barang Bukti Theater Parade #9 berubah menjadi panggung kesaksian ketika Teater Lebah SMA Negeri 1 Pegandon membawakan lakon Setinggi Rumput.

Sebuah penampilan yang merefleksikan pengalaman nyata salah satu anggotanya.

Pementasan digelar Teater Atmosfer di Balai Kesenian Remaja Kendal itu dibuka oleh pelajar SMA dengan cerita sosial yang jauh dari kesan ringan.

Naskah karya Akhmad Sofyan Hadi tersebut mengisahkan Sari, perempuan yang terpaksa meninggalkan bayinya akibat tekanan ekonomi dan status sosial, sebelum akhirnya berani kembali menjemput masa lalu.

Keberanian pementasan ini terletak pada fakta bahwa tokoh utama dalam lakon tersebut memiliki kemiripan dengan kisah hidup salah satu anggota Teater Lebah.

Sutradara pementasan, Rizquna Aprilia, siswi kelas XII, mengaku pemilihan naskah dilakukan karena seluruh pemain perempuan sekaligus memiliki kedekatan emosional dengan cerita.

“Setelah membaca naskahnya, ternyata kisahnya sangat dekat dengan salah satu anggota kami dan itu membuat pementasan ini terasa nyata,” ujarnya.

Rizquna menyebut pengalaman menyutradarai di luar tugas sekolah memberinya pelajaran baru tentang kerja kolektif dan tanggung jawab artistik.

Sebelum pementasan dimulai, panggung dibuka dengan pembacaan puisi oleh Silma Aziza dan Minta Oktavia, siswa kelas X SMA Negeri 1 Pegandon.

Wakil Kepala SMA Negeri 1 Pegandon Bidang Humas, Achmad Muchson, menyatakan dukungan penuh terhadap ruang ekspresi pelajar di luar sekolah.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena siswa bisa merasakan panggung yang berbeda dan menyalurkan bakatnya secara sehat,” katanya.

Direktur Teater Atmosfer sekaligus penulis naskah, Akhmad Sofyan Hadi, mengapresiasi semangat pelajar meski mengakui keterbatasan jam terbang latihan.

“Secara teknis ada catatan, tapi semangat mereka luar biasa dan pesan naskah tersampaikan,” tuturnya.

Barang Bukti Theater Parade #9 kembali menegaskan teater pelajar bukan sekadar tontonan, melainkan medium keberanian untuk bersuara dan bersaksi atas realitas sosial. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#Teater