RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Banjir yang kembali melanda Kendal dinilai DPRD sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam menangani bencana.
Makanya, ia mendesak pemerintah daerah (Pemda) Kendal untuk berhenti bersikap tambal sulam.
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menyebut banjir bukan lagi persoalan cuaca.
“Melainkan lemahnya kebijakan yang tidak menyentuh akar masalah. Jika terus seperti ini, makan Kendal akan jadi langganan banjir,” katanya, Selasa (16/1/2026)
Ia menilai penanganan selama ini masih bersifat parsial dan hanya fokus pada lokasi terdampak.
Menurut Mahfud, tanpa pendekatan hulu hingga hilir, banjir akan terus menjadi bencana rutin di Kendal.
Curah hujan dan kiriman air dari wilayah hulu seharusnya bisa diantisipasi dengan perencanaan tata air yang matang.
DPRD mendorong Pemkab Kendal beralih dari respons darurat ke kebijakan struktural dan berkelanjutan.
“Normalisasi sungai, penguatan tanggul, dan pembangunan embung harus menjadi prioritas pemda dalam perencanan,” tuturnya.
Mahfud juga menyoroti lemahnya sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat.
Menurutnya, dukungan anggaran dan program strategis lintas pemerintahan sangat menentukan keberhasilan pengendalian banjir.
DPRD Kendal memastikan akan mengawal kebijakan tersebut melalui fungsi anggaran dan pengawasan.
Ia menegaskan, tanpa langkah konkret, banjir hanya akan terus menjadi ritual tahunan bagi warga Kendal. (bud)
Editor : Tasropi