Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Isak Tangis Iringi Kepulangan Jenazah Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang Terseret Arus Sungai Jolinggo

Budi Setiyawan • Rabu, 5 November 2025 | 22:15 WIB
Jenazah mahasiswa UIN Walisongo Semarang dibawa kembali ke keluarganya. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Jenazah mahasiswa UIN Walisongo Semarang dibawa kembali ke keluarganya. (Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Suara tangis pecah, ketika ambulans satu per satu meninggalkan kamar jenazah RSUD dr Soewondo, Kendal.

Di dalamnya, terbaring jenazah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo yang tewas terseret arus Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo.

Keluarga tak kuasa menahan air mata saat jenazah terbujur kaku dimasukkan ke mobil ambulans. 

Ada yang melihat foto anaknya, ada pula yang hanya terdiam, seolah tak percaya anak yang mereka lepaskan untuk menuntut ilmu kini pulang dalam keadaan terbujur kaku.

“Tiga jenazah yang ditemukan kemarin sore sudah dibawa pulang tadi malam, sementara dua lagi siang ini. Semua sudah dijemput keluarga masing-masing,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, dengan suara parau menahan haru.

Kelima korban itu adalah Syifa Nadhilah dan Riska Amelia asal Pemalang, M. Labib Rizqi dari Pekalongan, Bima Pranawira asal Bojonegoro, dan M. Jibril Assyarofi dari Jepara.

Namun duka belum sepenuhnya reda. Masih ada satu nama yang belum ditemukan — Nabila Yulian Desy Pramesti, satu-satunya mahasiswi yang hingga kini belum kembali ke pelukan keluarga.

“Dari enam mahasiswa yang hanyut, tinggal satu yang belum ditemukan,” ujar Kapolres Kendal AKBP Hendry Susanto Sianipar.

Pencarian sempat dihentikan sore ini akibat hujan deras yang membuat debit air sungai naik. “Keselamatan tim menjadi prioritas. Kami akan lanjutkan pencarian ketika cuaca memungkinkan,” imbuh Hendry.

Ia menuturkan, medan pencarian sangat berat: tebing curam, licin, dan minim sinyal komunikasi.

Meski demikian, polisi tetap bersiaga di lokasi, membantu pengamanan sekaligus pendampingan psikologis kepada keluarga dan teman-teman korban.

“Kami menurunkan personel untuk trauma healing bagi mahasiswa yang selamat,” tambahnya.

Sejak pagi tadi, operasi pencarian hari kedua dimulai dengan apel gabungan di Posko Genting Jolinggo.

Sebanyak 114 personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat menyisir sungai dengan lima tim pencarian (SRU). 

Empat tim menyusuri jalur darat, satu tim lainnya menyisir arus menggunakan perahu rafting.

Koordinator Pencarian Korban BPBD Kendal, Ahma Garlih, mengonfirmasi bahwa dua korban terakhir ditemukan di titik berbeda—sekitar 150 meter dan 3,5 kilometer dari lokasi awal kejadian. 

“Arusnya deras, lintasannya ekstrem, tapi kami terus berupaya semaksimal mungkin,” ujarnya.

Sementara ratusan relawan lain memantau aliran sungai hingga Bendung Juwero, Gemuh, dan Pegandon, berharap satu nama terakhir itu ditemukan, agar duka panjang keluarga segera menemukan ujungnya. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Walisongo Semarang #tewas #KKN #MAHASISWA