Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Arus Makin Deras, Pencarian Mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang Hanyut di Sungai Jalinggo Kendal Dilanjutkan Besok

Budi Setiyawan • Rabu, 5 November 2025 | 02:12 WIB
Pencarian mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jalinggo, Singorojo, Selasa (4/11/2025), untuk sementara dihentikan.(Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)
Pencarian mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jalinggo, Singorojo, Selasa (4/11/2025), untuk sementara dihentikan.(Budi Setiyawan/Jawa Pos Radar Semarang)

 

RADARSEMARANG.ID, Kendal Pencarian mahasiswa UIN Walisongo Semarang yang hanyut di Sungai Jalinggo, Singorojo, Selasa (4/11/2025), untuk sementara dihentikan.

Pencarian dihentikan karena kondisi petang dan arus sungai yang makin deras.

“Pencarian sementara dihentikan karena sudah gelap, tapi pemantauan tetap dilakukan 24 jam oleh tim BPBD dan relawan,” tegas Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari.

Menurutnya, pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi (5/11) pukul 07.00 dengan melibatkan tim gabungan dari BPBD Kendal, Basarnas Semarang, PMI, FRPB, dan relawan masyarakat.

Dyah berharap tiga korban yang masih hilang bisa segera ditemukan.

Dari enam mahasiswa yang terseret arus, tiga ditemukan meninggal dunia.

Mereka adalah Syifa Nadhilah (Pemalang), M. Labib Rizqi (Pekalongan), dan Riska Amelia (Pemalang).

Ketiganya langsung dibawa ke RSUD Dr Soewondo Kendal untuk dilakukan visum oleh petugas medis.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, menjelaskan, para korban hanyut saat bermain air di kawasan wisata Tubing Jalinggo bersama rekan-rekan satu kelompok KKN.

“Mereka tidak tahu kalau di wilayah atas sedang hujan lebat, arus tiba-tiba datang sangat deras,” jelasnya.

Koordinator Lapangan Satgas BPBD Kendal, Ahma Garlih, menyebut pencarian hari ini dibagi menjadi tiga regu.

“Regu pertama di sekitar lokasi Tubing Jalinggo, kedua di Desa Banyuringin, dan ketiga di area Jembatan Singorojo,” paparnya.

Namun, pencarian dihentikan karena cuaca gelap dan kondisi medan yang membahayakan.

Sementara itu, sembilan mahasiswa lainnya berhasil selamat namun dalam kondisi syok berat.

Mereka kini mendapatkan pendampingan di posko KKN.

Tim gabungan dan relawan masih berjaga di sepanjang aliran sungai untuk memantau kemungkinan munculnya korban lainnya.

Bupati Dyah mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sungai saat curah hujan tinggi.

“Musim hujan sudah mulai, arus bawah bisa datang tiba-tiba. Keselamatan harus jadi prioritas,” tandasnya. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#UIN Walisongo Semarang #mahasiswa hanyut #sungai