RADARSEMARANG.ID, Kendal – Jalan Raya Kaliwungu resmi ditutup total untuk proses betonisasi.
Penutupan ini berlaku untuk kendaraan roda empat dari arah barat.
Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Muhammad Eko, menegaskan kendaraan berat dilarang masuk.
“Mulai Pos Pantes Karangtengah sampai Sumberejo kami tutup total,” tegasnya.
Kendaraan dari arah timur masih bisa masuk, tapi dengan batasan.
Sepeda motor tetap bisa melintas dari dua arah.
Penutupan dilakukan karena ada proyek pengecoran sepanjang 2,37 kilometer.
Pengerjaan dimulai dari simpang Pantes hingga simpang Kalibendo Kaliwungu.
Metode rigid pavement digunakan dengan ketebalan cor 30 sentimeter.
Selain pengecoran, pelebaran jalan juga dilakukan dari tujuh meter menjadi sepuluh meter.
Nilai proyek mencapai Rp 23 miliar dari APBN.
Target pengerjaan selesai dalam 85 hari atau akhir 2025.
Pelaksana proyek, Hasyim Asyari dari PT Karya Mulia Manunggal, menyebut pekerjaan juga dilakukan malam hari.
“Pengerjaan malam hari agar tidak terlalu mengganggu arus,” jelasnya.
Meski begitu, kemacetan diprediksi tetap terjadi.
Arus lalu lintas di sekitar Kalibendo dan Pasar Pagi Kaliwungu mulai tersendat.
Polres Kendal menerapkan rekayasa lalu lintas.
KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, mengatakan jalur searah khusus mobil mulai diberlakukan.
“Sedangkan motor tetap bisa melintas dari dua arah,” ujarnya.
Sebagai jalur alternatif, pengguna jalan dialihkan ke Lingkar Kaliwungu dan Pasar Srogo Brangsong.
Dishub Kendal juga mengimbau warga lebih memilih jalur alternatif.
“Biar tidak makin macet, lebih baik lewat lingkar,” kata Kabid Lalin Dishub Kendal, M. Sofyan Effendi.
Pengguna jalan diminta bersabar hingga proyek rampung akhir tahun ini. (bud)
Editor : Baskoro Septiadi