RADARSEMARANG.ID, Kendal - PBNU melayangkan protes keras terhadap Trans 7 atas tayangan Xpose Uncensored yang dinilai melecehkan pesantren dan kiai.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menegaskan, program tersebut telah menyinggung martabat pesantren dan tokoh-tokoh yang dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama.
“Tayangan itu secara terang-terangan menghina pesantren dan tokoh pesantren yang selama ini dimuliakan oleh NU,” tegas Gus Yahya melalui kanal YouTube TVNU, Selasa (15/10/2025).
Ia menyebut tayangan Xpose Uncensored bukan hanya melanggar prinsip jurnalistik, tetapi juga merusak harmoni sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan warga Nahdliyin.
“Program itu mencederai nilai-nilai mulia yang dijunjung dunia pesantren, bahkan membangkitkan kemarahan masyarakat pesantren,” ujarnya.
PBNU menuntut Trans7 dan Trans Corporation untuk segera mengambil langkah nyata memperbaiki dampak dari tayangan tersebut.
Gus Yahya juga menginstruksikan Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) NU untuk menempuh langkah hukum yang diperlukan.
“Persoalan ini harus diselesaikan dengan cara yang baik, tapi tegas,” tambahnya.
Meski mengecam keras, Gus Yahya tetap mengimbau warga NU agar tidak terpancing amarah dan tetap teguh dalam khidmah kepada agama, bangsa, dan negara.
“Kita jangan berkecil hati, karena di luar sana memang ada pihak yang tidak suka pada pesantren dan NU,” pesan Gus Yahya.
Ia menekankan, semangat pengabdian NU tidak boleh luntur oleh hinaan atau provokasi.
“Kita tidak menuntut ucapan terima kasih dan balas jasa atas khidmah kita, tapi kita harus terus maju memperbaiki diri agar pengabdian kita semakin berkah,” tutupnya. (bud)