Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Warga Geram, Pemkab Kendal Lebih Pilih Perbaikan Tanggul Timur Daripada Selamatkan Masjid Babadan yang Rawan Longsor

Budi Setiyawan • Rabu, 1 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Warga Kali Bodri protes keras karena Pemkab Kendal memprioritaskan perbaikan tanggul sisi timur, sementara tanggul selatan Masjid Babadan yang kritis dibiarkan rawan longsor.
Warga Kali Bodri protes keras karena Pemkab Kendal memprioritaskan perbaikan tanggul sisi timur, sementara tanggul selatan Masjid Babadan yang kritis dibiarkan rawan longsor.

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Warga Kali Bodri protes keras karena Pemkab Kendal memprioritaskan perbaikan tanggul sisi timur, sementara tanggul selatan Masjid Babadan yang kritis dibiarkan rawan longsor.

Forum Peduli Tanggul Kali Bodri (Petak Kali Bodri) menilai keputusan Pemkab tidak sesuai kebutuhan riil masyarakat.

Koordinator Arif Fajar Hidayat menegaskan, masjid Babadan berada di area tanggul paling rawan dan setiap tahun terjadi pengikisan.

 Baca Juga: Anggota Gangster di Kendal yang Acungkan Celurit ke Warga Kini Meringkuk di Sel Tahanan

“Satu hingga dua tahun lalu pondasi sender zaman Belanda masih kelihatan, sekarang sudah longsor sedikit demi sedikit dan pondasi bawah sudah berupa tanah,” jelas Arif, Rabu (1/10).

Pemprov Jateng telah menuntaskan perbaikan darurat sisi timur tanggul pada pertengahan September 2025.

Sementara itu, Pemkab Kendal hingga kini belum menyalurkan dana BTT untuk perbaikan yang dijanjikan.

Warga kecewa karena sejak awal pengajuan, fokus mereka selalu pada penguatan tanggul selatan masjid.

 Baca Juga: Waspada! Kendal Bentuk Satgas MBG, Cegah Keracunan Massal

Kepala Dinas PUPR Kendal, Sudaryanto, menyebut titik pengerjaan yang diperbaiki Pemkab mengikuti instruksi Pusdataru Jateng.

“Kami menangani sisi kanan Kali Bodri sesuai rapat tim Pusdataru. Untuk selatan masjid, nanti akan dikordinasikan karena menjadi kewenangan mereka,” terang Sudaryanto.

Sudaryanto menambahkan, keterlambatan pencairan BTT karena penanganan masuk kategori “mendesak”, bukan “darurat”, sehingga proses pergeseran dana sedikit lama.

Arif menekankan, keselamatan warga harus jadi prioritas utama.

“Arahan Wakil Gubernur sebelumnya jelas: amankan hingga masjid. Kami belum mengerti mengapa tidak masuk kegiatan darurat tahun ini,” tegasnya.

Warga Forum Petak Kali Bodri berjanji akan terus memantau pengerjaan tanggul.

Jika perbaikan tertunda, longsor tanggul selatan Masjid Babadan berpotensi berdampak langsung pada pemukiman dan fasilitas publik di sekitar Kali Bodri. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #Kali Bodri #PEMKAB