RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal tak mau kecolongan.
Setelah kasus keracunan massal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di sejumlah daerah, Kendal langsung bergerak cepat.
Pemkab resmi membentuk Satgas MBG, dipimpin Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari.
Satgas ini bertugas mengawasi dapur MBG, dari pengolahan hingga distribusi makanan, agar benar-benar aman dan layak konsumsi.
“Kami bentuk Satgas MBG ini untuk mengantisipasi keracunan yang marak di daerah lain. Jangan sampai terjadi di Kendal,” tegas Agus.
Saat ini, ada 26 dapur MBG di Kendal.
Mereka melayani 88.574 siswa di 517 sekolah, serta 1.207 balita dan ibu menyusui.
Pemkab juga mewajibkan seluruh dapur mengantongi Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).
Jika biasanya sertifikat ini keluar dalam waktu tiga bulan, kini dipangkas jadi hanya dua minggu sesuai instruksi Mendagri.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Kendal, Muhammad Faris Maulana, menegaskan keberadaan Satgas MBG sangat penting.
“Satgas ini akan memperkuat sinergi pemda dan BGN, agar MBG berjalan lancar dan aman,” ujarnya. (bud)
Editor : Tasropi