Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

NU-Muhammadiyah Kendal Islah, Suhadi Diminta Dicopot dari Direktur RSI

Budi Setiyawan • Rabu, 2 Juli 2025 | 00:06 WIB
Kisruh antara NU dan Muhammadiyah di Kendal akhirnya menemui titik damai. Kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu sepakat berdamai dan saling memaafkan.
Kisruh antara NU dan Muhammadiyah di Kendal akhirnya menemui titik damai. Kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu sepakat berdamai dan saling memaafkan.

RADARSEMARANG.ID, Kendal — Kisruh antara NU dan Muhammadiyah di Kendal akhirnya menemui titik damai.

Kedua ormas Islam terbesar di Indonesia itu sepakat berdamai dan saling memaafkan.

Pertemuan digelar di Gedung Aswaja NU Kendal, Senin (1/7/2025).

PD Muhammadiyah Kendal menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada PCNU Kendal.

Permintaan maaf ditujukan atas pernyataan Dr H Tafsir dan Suhadi yang dinilai menyinggung amaliyah NU.

Tafsir menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud melecehkan amaliyah tahlil dan ziarah kubur.

Ia bahkan mengaku sering melakukan amalan tersebut dan menyebutnya tidak bertentangan dengan tarjih Muhammadiyah.

“Saya mohon maaf jika pernyataan saya dianggap menyinggung,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada NU karena tetap menjaga tradisi dan kultur Islam Nusantara.

Sementara itu, Suhadi menyatakan pernyataannya soal hibah Rp 1 miliar dan Rp 8 miliar tidak bermaksud menyindir NU.

Ia menyebut angka tersebut spontan dan hanya merujuk pada angka plat kendaraan.

“Saya mohon maaf, tidak ada niat menyinggung,” kata Suhadi dalam forum tersebut.

Ketua PCNU Kendal, KH Muhammad Mustamsikin, secara terbuka menerima permintaan maaf dari Muhammadiyah.

Namun ia mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berbicara di ruang publik.

“Jangan sampai niat baik malah menimbulkan tafsir berbeda,” pesannya.

PCNU Kendal juga menyampaikan usulan agar Suhadi dicopot dari jabatan Direktur RSI Kendal.

“Kalau perlu, pulangkan saja ke Kediri supaya tidak membuat gaduh umat,” tegas KH Mustamsikin.

Dr H Tafsir menyatakan bahwa usulan pencopotan akan diproses melalui mekanisme organisasi.

Muhammadiyah juga berjanji akan menyampaikan permintaan maaf resmi secara tertulis kepada NU Kendal.

Keputusan terkait jabatan Suhadi akan diumumkan setelah evaluasi internal organisasi. (bud)

Editor : Baskoro Septiadi
#kendal #RSUD #PCNU #NU #MUHAMMADIYAH