Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Usulkan Rp 60 Miliar untuk Pembangunan Pasar Weleri Tahap Dua

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 13 Agustus 2024 | 23:10 WIB

Sekretaris Daerah Kendal, Sugiono.
Sekretaris Daerah Kendal, Sugiono.
RADARSEMARANG.ID, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal mengusulkan Rp 60 miliar untuk pembangunan Pasar Weleri tahap dua.

Angka tersebut akan dianggarkan melalui APBD tahun 2025 mendatang.

Bangunan Pasar Weleri yang megah telah selesai dibangun. Gedung yang diresmikan sejak Desember 2023 itu hingga kini tak kunjung ditempati para pedagang.

"Tahap dua kami anggarkan Rp 60 miliar melalui APBD tahun 2025. Makanya para pedagang bisa segera menempati bangunan pasar yang baru ini. Tidak boleh ada yang menempati pasar relokasi," ungkap Sekretaris Daerah Kendal, Sugiono.

Dijelaskan, hingga saat ini para pedagang masih belum menempati lapak-lapak yang sudah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal.

Padahal, baru-baru ini Pemkab telah memanggil perwakilan pedagang Pasar Weleri guna berdiskusi terkait permasalahan ini. Supaya pasar yang sudah dibangun tersebut bisa segera ditempati dan difungsikan.

Sugiono membeberkan, hasil diskusi membahas beberapa permasalahan diantaranya para pedagang. Yakni belum dibangunnya lapak yang menjadi tanggungjawab para pedagang itu sendiri.

"Kondisi di dalam itu kan masih terbuka belum dibangun lapak. Harapannya lapak bisa dibangun seragam. Ini sudah mulai dibangun," bebernya.

Permasalahan lainnya, terkait pasar relokasi di area Terminal Colt Weleri yang ditempati para pedagang saat ini adalah milik perseorangan.

Sehingga diharapkan pedagang bisa segera menempati Pasar Weleri dan mengosongkan pasar relokasi.

"Pasar relokasi yang terminal colt itu kan milik pribadi, ternyata pedagang juga sudah ngejar-ngejar untuk dikosongkan. Makanya nanti biar dirembug dengan dinas perdagangan. Harapannya segera ada solusi," imbuhnya.

Baca Juga: Pemkab Kendal Beberkan Alasan Ini Soal Pembatalan Karnaval di Perayaan Hari Jadi

Selain itu, permasalahan lainnya yakni terkait saluran air dan pintu gerbang yang dinilai pedagang belum maksimal.

"Para pedagang ingin airnya bisa maksimal, kemudian gerbang yang sebelah barat dan depan itu sekarang masih terhalang pipa, mereka minta dipermudah. Sehingga aksesnya lebih mudah," tambah Sugiono.

Untuk itu, Pemkab Kendal akan segera mengambil solusi permasalahan yang dihadapi pedagang dengan membenahi sarana penunjang melalui anggaran perubahan 2024 ini.

Kepala Disdagkop UKM Kendal, Toni Ari Wibowo menambahkan, anggaran pembangunan Pasar Weleri tahap dua masih perlu persetujuan dengan DPRD Kendal.

"Mohon doanya, semoga 2025 Pasar Weleri tahap kedua bisa terbangun semuanya," tandas Toni.

Selain itu, penempatan pedagang di Pasar Weleri ini tidak ada sewa kios maupun los. Para pedagang hanya dikenakan retribusi harian.

"Semua pasar begitu. Tapi khusus untuk Weleri ini belum ada. Jadi rencananya akan di Perbup kan. Nilai retribusinya belum keluar," tambahnya.

"Kalau di pasar lainnya di Kabupaten Kendal itu restribusinya lima ratus rupiah per meter (dari lokasi yang ditempati)," sambung Toni Ari Wibowo. (dev)

Editor : Tasropi
#Pemkab Kendal #Pasar Weleri #DPRD Kendal #sekretaris daerah