Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Kecewa Karnaval Hari Jadi Kendal Dibatalkan, Seniman Ancam Demo Bupati Dico

Budi Setiyawan • Kamis, 18 Juli 2024 | 20:23 WIB
Ketua DK2 Kendal, Kiswanto saat rapat dengan Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, beberapa waktu lalu. BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
Ketua DK2 Kendal, Kiswanto saat rapat dengan Bidang Kebudayaan Disdikbud Kendal, beberapa waktu lalu. BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Para seniman di Kendal yang tergabung di Dewan Kesenian Kendal (DK2) akan mengajukan protes kepada Bupati Kendal Dico Ganinduto. Hal itu menyusul pembatalan Karnaval Hari Jadi (HUT) Kendal Ke-419 di Kaliwungu.

Karnaval yang rencananya digelar 20 Juli 2024 sedianya akan melibatkan seluruh komisariat DK2 di 20 kecamatan untuk tampil di acara akbar yang memang rutin digelar setiap HUT Kendal tersebut.

Namun, dari Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, justru menyatakan karnaval HUT Kendal batal digelar.

Disdikbud Kendal melalui surat edaran bernomor 400.6/222244/Disdikbud mengatakan karnaval yang rencananya akan digelar di Alun-alun Kaliwungu justru dilempar tanggung jawabnya ke Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Perihal waktu pelaksanaan masih menunggu panitia Induk yang diketuai oleh Sekda Kendal, Sugiono.

Ketua DK2, Kiswanto mengatakan, para seniman khususnya seluruh pengurus komisariat DK2 di 20 kecamatan menyesalkan keputusan tersebut.

Pasalnya, masing-masing komisariat sebelumnya telah diminta untuk mempersiapkan diri agar bisa tampil pada saat karnaval.

 Baca Juga: PPDB Sekolah Dasar Kendal 2024: Sejumlah SD Negeri Kekurangan Siswa, Ada yang Tidak Dapat Siswa, Ini Penyebabnya

“Karena diminta tampil, praktis mereka sudah menggelar rapat internal. Termasuk menyiapkan kostum dan latihan-latihan. Nah, tentunya semua itu mereka mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Tiba-tiba dibatalkan ini, jelas mereka sangat marah dan kecewa,” katanya.

Selain alasan sudah mengeluarkan tenaga, pikiran dan biaya, para seniman ini kecewa jika karnaval yang menjadi hiburan rakyat di HUT Kendal justru ditiadakan.

Padahal, sejak dulu memang karnaval sudah menjadi agenda tahunan pada puncak perayaan HUT Kendal.

“Di bawah, para seniman di komisariat DK2 itu maunya akan menggelar Kendal unjuk rasa dan demonstrasi besar-besaran. Yakni sebagai bentuk protes atas pembatalan karnaval. Tapi kami cegah, karena kami akan membicarakan masalah ini dengan Disdikbud dan Disporapar,” akunya.

Hal senada dikatakan Ketua Komisariat DK2 Kaliwungu, Bahrul Ulum. Ia menyatakan kecewa dengan keputusan pembatalan Karnaval. “Padahal kami sudah latihan dan mempersiapkan segalanya,” tandasnya.

 Baca Juga: Dico M Ganinduto Maju Pilwakot Semarang 2024, Golkar Segera Umumkan Sosok Calon Bupati Kendal

Jika memang karnaval dibatalkan, lanjut Presiden Plataran Sastra Kaliwungu (PSK) itu, ia bersama seluruh komisariat DK2 akan melakukan audiensi dengan Bupati Kendal. “Jika perlu kami akan menggelar demo,” tegasnya.

Pengurus DK2 lainnya, Joko mengaku sebagai pimpinan, Bupati harusnya mendukung Karnaval. Sebab, kegiatan tersebut merupakan bagian dari nguri-uri dan melestarikan seni di Kendal.

“Kami siap untuk audiensi dengan Bupati Kendal. Sebagai warga, kami diberikan hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat,” kata Joko.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Disdikbud Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengaku karena karnaval HUT Kendal dibatalkan, maka anggarannya akan dialihkan untuk pagelaran wayang kulit.

“Kami sudah dihubungi oleh paguyuban dalang, mereka minta agar diadakan pagelaran wayang di Oktober mendatang,” tegasnya.

Perihal biaya yang sudah dikeluarkan oleh masing-masing komisariat untuk persiapan karnaval akan dibicarakan dengan pengurus DK2 nantinya. (bud/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#HUT Kendal #BUPATI KENDAL #dico Ganinduto #Hari Jadi Kendal #SENIMAN