Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Perangi Junk Food, Kepala SD Negeri 3 Sidorejo Brangsong Kendal Gelar Aksi Pelestarian Makanan Tradisional

Dhinar Sasongko • Jumat, 21 Juni 2024 | 22:32 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Tsunami budaya luar tak terbendung, menggerus berbagai sendi kehidupan, termasuk budaya kuliner.

Hegemoni makanan cepat saji yang notabene merupakan produk budaya asing, kian marak digemari masyarakat, tak terkecuali anak-anak.

Hal ini mengkhawatirkan banyak pihak, termasuk SD Negeri 3 Sidorejo Brangsong Kendal.

Menyadari bahaya hegemoni makanan cepat saji terhadap kesehatan dan budaya, SD Negeri 3 Sidorejo menggelar kegiatan panen karya hasil belajar dengan tema "Lestarikan Makanan Tradisional agar Anak Cinta Budaya Sendiri", pada Jumat (20/6/2024).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap makanan tradisional, yang tak hanya kaya akan gizi, tetapi juga merupakan bagian dari budaya bangsa.

"Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh warga SD Negeri 3 Sidorejo, termasuk murid-murid, untuk mengenal dan melestarikan makanan tradisional daerah kita," ujar Normalia Eka Pratiwi, M.Pd., Kepala SD Negeri 3 Sidorejo Brangsong Kendal, sekaligus Kepala SD Negeri 2 Kutoharjo Kaliwungu Kendal.

Normalia menambahkan, hegemoni makanan cepat saji harus diputus. Jika dibiarkan, dikhawatirkan generasi penerus akan kehilangan pengetahuan dan kecintaan terhadap makanan tradisional yang kaya gizi.

Kekhawatiran Normalia diperkuat oleh Tyas Pudiastuti, S.Pd., M.Pd., Korwilcam Bidik Kec. Brangsong.

"Makanan tradisional dari perspektif neurosains sangat baik untuk pertumbuhan sel-sel neuron anak-anak. Oleh sebab itu, anak-anak sejak dini memang harus diperkenalkan dengan makanan tradisional ini," terang Tyas.

Tyas mengapresiasi kegiatan panen karya SD Negeri 3 Sidorejo yang berfokus pada pelestarian makanan tradisional.

"Kegiatan ini dapat menjadi pemantik anak-anak untuk lebih mencintai makanan tradisional," imbuhnya.

Di tengah gempuran budaya luar, kegiatan panen karya SD Negeri 3 Sidorejo ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian budaya dan gizi anak-anak.

Diharapkan, kegiatan ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk turut mengambil peran dalam menjaga kekayaan budaya kuliner Indonesia. (sas/web/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#junk food #makanan cepat saji