Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hampir Setengah Tahun Usai Peresmian, Pasar Weleri Tak Kunjung Difungsikan, Ternyata Ini Alasannya

Devi Khofifatur Rizqi • Kamis, 23 Mei 2024 | 21:39 WIB
Potret bangunan Pasar Weleri ayang menjadi ikon perekonomian di Kabupaten Kendal. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Potret bangunan Pasar Weleri ayang menjadi ikon perekonomian di Kabupaten Kendal. DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pembangunan Pasar Weleri tahap 1 yang menjadi ikon perekonomian di Kabupaten Kendal sudah selesai.

Namun, hampir setengah tahun sejak diresmikan bangunan pasar ini tak kunjung difungsikan.

Bangunan Pasar Weleri ini memiliki konsep pasar modern dan mengacu pada pasar standar nasional.

Bahkan, bangunan pasar saat ini jauh lebih bagus dibanding Pasar Weleri sebelum terbakar.

Bangunan Pasar Weleri tahap 1 memiliki dua lantai yang seluruhnya akan diisi pedagang.

Kali ini terdapat pemetaan zonasi pedagang agar suasana pasar tetap bersih, rapi, dan tidak kumuh.

Selain itu, bangunan Pasar Weleri juga telah diresmikan Pemerintah Kabupaten Kendal pada awal 2024 kemarin.

Bupati Kendal Dico M. Ganinduto menerangkan, hingga Mei 2024 ini bangunan Pasar Weleri belum difungsikan. Itu karena sejumlah pedagang dinilai belum siap untuk menempati bangunan pasar.

Meski begitu, lanjut Dico, saat melihat ke dalam bangunan pasar terdapat sejumlah pedagang yang sedang membuat lapak.

"Pasar Weleri belum difungsikan karena pedaganganya saat ini sedang persiapan. Tapi kami targetkan dalam waktu dekat segera beroperasi. Kalau lihat ke dalam itu pedagang sedang bersiap," terangnya Kamis (23/5).

Dico menyebut, dalam waktu dekat Pasar Weleri akan segera beroperasi.

Sehingga, masyarakat Kendal bisa berbelanja di pusat perekonomian tersebut.

Terlebih, bangunan pasar memiliki foodcourt yang kekinian.

Terkait pembangunan tahap kedua, Pemkab Kendal tengah berupaya mendapatkan bantuan dari kementerian.

Itu supaya belanja melalui anggaran pemerintha daerah tidak terbebani.

"Pembangunan tahap kedua kami akan upayakan bantuan dari kementerian. Nilainya hampir sama dengan tahap pertama. Dan kami usahakan tahun ini (dapat bantuan), tapi pelaksanaan mungkin tahun depan," jelas Dico.


Terpisah, Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun menekankan, agar Pemkab lebih memperhatikan ekonomi kerakyatan yang memperkuat UMKM.

"Termasuk dalam menyelesaikan pembangunan Pasar Weleri yang masih separuh," tegasnya.

Tak hanya itu, Makmun meminta, agar Pemkab bisa mencari alokasi dana pembangunan Pasar Weleri selanjutnya melalui APBN.

Selain itu, bangunan pasar yang sudah berdiri bisa segera difungsikan karena ditunggu-tunggu oleh masyarakat Kendal.

"Tahun kemarin Pasar Weleri menyedot Rp 55 miliar dari APBD. Kami minta eksekutif untuk menyelesaikan pembangunan Pasar Weleri dengan APBN agar APBD Kendal tahun ini tidak terlalu berat," tandasnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#APBD Kendal #BUPATI KENDAL #Pasar Weleri 1 #dico Ganinduto #Ketua DPRD Kendal