RADARSEMARANG.ID, Kendal - Korban luk akibat kecelakaan bus Rosalia Indah di tol Batang-Semarang saat ini masih dirawat di RSI Muhammadiyah Kendal yaitu sebanyak 7 orang. Terdiri dari 4 laki-laki dan 3 perempuan.
Pada Jumat (12/4/2024) siang akan dilakukan operasi terhadap korban Anissa, warga Bekasi, yang mengalami patah tulang.
Adapun untuk 7 korban meninggal dunia, jenazahnya sudah diambil pihak keluarga.
Penyerahan jenazah terakhir dilakukan pukul 01.45 WIB pada Jumat (12/4) dini hari.
Farid menambahkan, RSI Kendal masih melakukan perawatan dan pelayanan intens kepada korban laka tunggal.
Adapun terkait korban luka-luka lainnya, sudah dibawa pulang keluarga dan dirujuk ke tempat tingal terdekat korban.
Sementara Ernis, ibu korban Anissa mengaku, mendapat kabar bahwa anak dan cucunya mengalami kecelakaan dari pihak kepolisian. Saat itu, korban hendak mudik ke Kertosono.
"Mau mudik ke kertosono. Mau silaturrahim ya lebaran di sana. Saya kan duluan sama mobil pribadi karena mobilnya juga penuh. Dia (korban) nyusul hari H nya. Terus kejadian seperti ini," akunya.
Ernis menceritakan, dia sempat bertelepon dengan Anissa. Saat itu, sedang berada di Brebes karena bus yang ditumpangi Anissa mengalami mogok. Setelah itu, mendapat kabar bahwa ada pergantian bus.
Kemudian, Anissa pamit untuk kembali melanjutkan perjalan menggunakan bus Rosalia Indah bernopol AD 7019 OA.
"Pas di Brebes itu ditelepon masih nyambung masih bisa dihubungin. Setelah itu sekitar jam setengah 5 hari Kamis pagi, mobil pengganti datang. Katanya, ibu mobil pengganti sudah datang, ini mau naik. Yaudah kata saya hati hati. Terus ditunggu beberapa jam kok ditelpon gak diangkat terus di WA gak di bales terus ada berita kecelakaan itu," ceritanya.
Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Batang-Semarang, Manajemen PO Rosalia Indah Lakukan Penyelidikan Internal
Ernis saat ini menemani anak dan cucunya di Ruang Zubair RSI Kendal. Dia membeberkan, Anissa perlu mendapat operasi untuk patah tulang yang dialami akibat laka lantas ini.
"Iya, nanti siang mau operasi. Semoga lancar dan bisa segera pulang," ujar Ernis.
Sementara Faiq Zamroni, 40, korban lainnya mengaku, masih merasakan nyeri di tubuhnya. Dia juga merasa syok dan trauma terhadap kecelakaan yang menimpanya.
Meski begitu, kondisinya saat ini berangsur membaik. Dia juga mendapat perawatan serta sudah dijenguk oleh kerabat dan keluarga.
"Cuma masih ada trauma karena kejadian ini. Di badan masih nyeri karena jahitan juga," katanya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi