RADARSEMARANG.ID, Kendal - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kendal menyoroti kinerja eksekutif terkait kondisi jalan rusak.
Karenanya, dewan meminta agar Pemkab Kendal berbenah dan memaksimalkan kinerja untuk masyarakat.
Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun mengatakan, masih ada 67.531 kilometer dari total 782.710 KM jalan di Kabupaten Kendal mengalami rusak berat.
Padahal, jalan tersebut padat lalu lintas dan harus menjadi prioritas pembangunan. Karenanya, dia meminta agar Pemkab Kendal berbenah dan segera menyelesaikan infrastruktur jalan.
"Jalan rusak berat dan jalur padat lalulintas harus menjadi prioritas pembangunan," katanya.
Makmun menyebut, terdapat jalan desa dalam kondisi rusak dan harus menjadi perhatian untuk segera diselesaikan.
Pihaknya meminta agar status jalan desa bisa diambil alih menjadi jalan kabupaten.
Itu supaya tujuan untuk percepatan pembangunan infrastruktur mendukung perekonomian masyarakat.
"Ya supaya sesuai dengan tagline tahun 2025 nanti. Kendal Inklusif. Itu kan menitikberatkan pada penguatan kualitas jalan juga," jelasnya.
Selain infrastruktur jalan, Makmun mengaku, angka kemiskinan di Kabupaten Kendal lebih tinggi dibanding angka kemiskinan nasional.
Yakni sebesar 9,39 persen di tahun 2023 dari angka kemiskinan nasional 9,36 persen.
Menurutnya, tingkat kemiskinan di Kendal ini berbanding lurus dengan tingkat pengangguran terbuka.
Sebab itu, dewan mendesak Pemkab agar segera melakukan pengentasan kemiskinan dan pengangguran.
Dua hal tersebut turut menjadi prioritas utama yang harus segera diselesaikan.
"Kemiskinan ini harus segera diselesaikan. Dan menjadi prioritas utama pemerintah sehingga kesejahteraan masyarakat juga terjamin," tambah Makmun.
Terpisah, Bupati Kendal Dico M. Ganinduto mempertanyakan data yang disampaikan DPRD Kendal terkait angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Kendal.
Pihaknya melihat, data dari BPS Kendal bahwa angka kemiskinan dan pengangguran mengalami penurunan signifikan. Yakni penurunan angka pengangguran mencapai 1,5 persen.
"Jadi darimana datanya? Perlu dicek. Kami juga perlu melihat jika itu ada (datanya). Untuk bahan evaluasi kami," ujarnya.
Dico menambahkan, tahun 2023 angka kemiskinan di Kendal juga menurun meski tidak terlalu tinggi.
Dia menyebut ada beberapa indikator yang harus dipenuhi agar angka kemiskinan bisa mengalami penurunan.
"Indikator itu tercapai sangat tinggi di 2023. Jadi kemungkinan besar tahun 2024 ini akan turun lebih besar lagi angkanya (kemiskinan)," tandasnya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi