RADARSEMARANG.ID, Kendal - Hujan deras masih mengguyur wilayah Kabupaten Kendal Kamis (14/3) siang Membuat sejumlah titik terendam banjir.
Bahkan, Jalur Pantura Kota Kendal tergenang air dengan ketinggian bervariasi.
Kabupaten Kendal diguyur hujan sejak Selasa (12/3). Hal itu membuat sungai-sungai meluap karena tidak mampu menampung air.
Seperti luapan Sungai Kendal pada Kamis (14/3) meluber hingga ke permukiman warga dan Jalan Raya Pantura Kendal.
Meski begitu, lalu lintas kendaraan di lokasi tersebut masih terbilang aman. Hanya saja, pengendara perlu waspada dan hati-hati karena terdapat beberapa lubang di jalan raya.
"Jalan Raya Soekarno-Hatta alias jalur pantura Kendal ini kan diapit dua sungai. Kalibuntu sama Kali Kendal. Kalau sungai sudah gak mampu menampung ya meluber ke jalan raya," ungkap Ahmad, warga Kendal.
Ahmad mengatakan, di Jalan Raya Soekarno-Hatta Kendal ini ketinggian air bervariasi. Untuk sisi kiri jalan raya ketinggiannya di atas mata kaki orang dewasa. Lalu untuk sisi kanan jalan raya, hampir selutut orang dewasa.
"Sisi kanan memang agak dalam, soalnya miring. Tadi beberapa motor juga mogok," katanya.
Titik banjir lainya di Kabupaten Kendal berada di Kelurahan Pekauman, Ngilir, Patukangan, Kebondalem, Pegulon, Trompo, hingga Sukodono di Kecamatan Kendal.
Selanjutnya di Kecamatan Kaliwungu berada di Desa Kumpulrejo dan Sarirejo. Kemudian di Desa Brangsong dan Kebonadem di Kecamatan Brangsong.
"Ada sekitar 500 rumah di Desa Brangsong yang ikut terendam," kata Kepala Desa Brangsong Moh Asnawi Kamis (14/3).
Asnawi mengatakan, ketinggian air yang masuk ke perkampungan Desa Brangsong bervariasi.
Mulai 20 sentimeter hingga satu meter. Meski begitu, saat ini limpasan air dari Sungai Waridin berangsur surut.
Selain itu, SDN Brangsong, Kantor Kecamatan Brangsong, hingga SMPN 1 Brangsong juga terendam banjir.
"Tadi malam sampai satu meter ketinggian airnya. Ada warga yang ngungsi. Air ini limpasan dari Kali Waridin. Dan warga terdampak kami salurkan bantuan juga," jelasnya.
Tak hanya itu, titik banjir lainnya berada di Desa Donosari Kecamatan Patebon. Ketinggian air di sana juga bervariasi. Bahkan, saat ini mencapai selutut orang dewasa. Banjir di wilayah ini juga telah masuk ke permukiman warga.
"Sebagian rumah sudah kemasukan air. Belum surut masih selutut orang dewasa," ujar Bilawal, warga Donosari.
Hingga kini, sejumlah titik di Kabupaten Kendal masih terendam banjir. Itu akibat limpasan air sungai yang tidak mampu tertampung. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi