RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendal berhasil menangani 18 kejadian animal rescue.
Bahkan, telah mengevakuasi 4 jenis ular sanca hingga ukuran 3,5 meter.
Penanganan 18 kejadian animal rescue ini dilakukan sepanjang Desember 2023 sampai Februari 2024. Ada berbagai jenis hewan yang berhasil dievakuasi.
Seperti sarang tawon, ular masuk ke rumah, biawak, hingga monyet yang mengganggu masyarakat.
"Tapi paling banyak evakuasi ular dan eksekusi sarang tawon," kata Mulyanto, pelaksana bidang kebakaran Damkar Kendal.
Mulyanto menjelaskan, dalam sehari biasanya ada 3 sampai 4 laporan masuk untuk penanganan animal rescue. Namun, laporan itu tidak melulu benar.
"Tapi kadang kena prank juga sama laporan. Yang dilaporkan ada temuan ular ternyata masyarakat lihatnya di hutan atau kebon. Dan sepanjang Desember-Februari ini yang benar-benar penanganan animal rescue dan dieksekusi ada 18 kejadian di Pos Kendal," jelasnya Jumat (1/3).
Meski begitu, Tim Animal Rescue Damkar Kendal saat ini telah mengevakuasi 4 jenis ular sanca kembang.
Yakni dengan ukuran bervariasi hingga 3,5 meter. Hewan tersebut kini berada di kantor Damkar Kendal.
"Untuk kelanjutannya kami akan koordinasi dengan BKSDA. Karena kalau dilepas ke kebun binatang ditolak dan kalau dilepas ke hutan, khawatir masuk ke permukiman warga lagi," ujar Mulyanto.
Mulyanto membeberkan, penanganan animal rescue ini tidak melulu mulus. Bahkan, ada anggota damkar yang terkena semburan ular Kobra saat evakuasi.
"Alat kami juga terbatas. Makanya harus hati-hati saat penanganan. Jangan sampai membahayakan nyawa sendiri," bebernya.
Meski begitu, Mulyanto meminta agar masyarakat bisa jeli dalam melaporkan kejadian animal rescue. Selain itu, agar menata ulang lingkungan dengan tidak menimbulkan tumpukan-tumpukan di sekitar rumah.
"Ular itu paling suka kalau ada tumpukan jerami, rumput dan lainnya. Jadi tumpukan itu harus dihilangkan di lingkungan masyarakat," pesannya. (dev/bas)
Editor : Baskoro Septiadi