Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pemilu 2024 Usai, Harga Beras di Kendal Ugal-ugalan

Devi Khofifatur Rizqi • Senin, 19 Februari 2024 | 20:56 WIB
Pedagang beras di Pasar Tradisional Kendal Senin (19/2). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG
Pedagang beras di Pasar Tradisional Kendal Senin (19/2). DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.ID, Kendal - Pemilu 2024 usai, harga beras di Kabupaten Kendal ugal-ugalan.

Hal itu membuat sejumlah pedagang mengeluh karena sering mendapat komplain dari masyarakat.

Pedagang beras di Kabupaten Kendal mengeluhkan kenaikan harga beras yang semakin ugal-ugalan.

Dalam setahun terakhir, komoditi beras terus merangkak naik. Bahkan, beras lokal juga harganya naik drastis dari harga normal.

Seperti kondisi di Pasar Tradisional Kendal, harga beras lokal yang semula Rp 10 ribu menjadi Rp 15.500 per kilogram.

Lalu beras jenis mentik biasa kini harganya Rp 17 ribu dari sebelumnya Rp 12.500 per kilogram.

Adapun beras mentik wangi super harganya mencapai Rp 18 ribu dari sebelumnya Rp 14 ribu per kilogram.

"Kenaikannya memang bertahap dan dimungkinkan akan naik lagi harganya. Ini sudah terjadi sejak setahun terakhir," ungkap Milatul, pedagang beras di Pasar Tradisional Kendal Senin (19/2).

Tak hanya itu, naiknya harga beras membuat sejumlah pelanggannya juga mengomel. Tak heran, Milatul kerap mendapat omongan pedas dari pembelinya. Dia berharap, pemerintah segera hadir untuk menstabilkan harga beras.

"Karena beras kan kebutuhan pokok masyarakat. Dan dikiranya itu pedagang yang mainin harga, padahal memang sudah naik harganya," jelas Milatul.

Sementara Adi Ariyanto, warga Kendal mengatakan, dia membeli beras dengan harga Rp 16 ribu per kupogram.

Dia juga meminta agar harga beras bisa segera turun. Pasalnya kenaikan harga saat ini sangat ugal-ugalan bagi masyarakat. Padahal stok beras di Kendal terbilang aman.

"Sekoga harganya segera turun. Pasca pemilu bukannya murah malah harganya melonjak," katanya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Pemilu 2024 #BERAS