KRADARSEMARANG.ID, Kendal - Ngeri! tawuran antar gerombolan remaja di Kendal kembali memakan korban.
Tak kurang dari 55 remaja bersenjata tajam (sajam) terlibat dalam kejadian perkelahian massal berdarah itu. Akibatnya dua korban tumbang, satu tewas dan satu luka parah.
Satu korban tewas yakni Mashirat Uzhma Maryanto, warga Kecamatan Kota Kendal. Satu lainnya Muhammad Farhan Riyadi, warga Kecamatan Gringsing-Kabupaten Batang.
Ia masih sempat selamat, tapi mengalami luka robek di bahu kanan akibat sayatan sajam.
Tawuran terjadi melibatkan dua geng remaja. Yakni Geng Kendal Mistik dan Geng Moza. Perkelihan ramai-ramai itu terjadi di Jalan Tlogo Gedong, Desa Pamriyan, Kecamatan Gemuh, Kendal.
Belum diketahui pemicunya, tapi informasi yang didapat terjadi pada Minggu (20/8) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Dari informasi yang dihimpun jurnalis Jawa Pos Radar Semarang, kedua geng remaja memakai semua memakai sajam.
Kejadian bermula sekitar pukul 01.00 WIB, saat korban luka Farhan Riyadi mendapatkan pesan dari temannya bernama Aldo, warga Kecamatan Rowosari.
Isinya berupa ajakan untuk ikut tawuran. Pesan tersebut, berisi ‘AYO melu gabung Moza WAR neng lemah abang karo Kendal Mistik’.
Lebih kurang terjemahannya: Ayo gabung Geng Moza, tawuran di tanah merah (tepian jalan rasa Desa Pagerdawung-Ringinarum, Kendal) melawan Kendal Mistik.
Menanggapi pesan itu, Farhan Riyadi langsung bergegas menuju lokasi bersama teman-temannya.
Geng Moza beranggotakan 25 orang, sedangkan Kendal Mistik berjumlah 30 orang. kedua gerombolan ini semua sudah siap dengan sajam. Sekitar pukul 02.00 WIB, terjadi perkelahian massa.
Kepala Desa (Kades) Pamriyan, Taufikul Rizal membenarkan adanya perkelahian antar remaja di wilayahnya. “Tapi saat ini sudah ditangani Polsek Gemuh dan Polres Kendal,” katanya.
Sementara Kapolres Kendal AKBP Feria Kurniawan menjelaskan, kedua korban dari Geng Moza.
Mashirat saat perkelahian, ia membawa parang berukuran panjang satu meter. Tapi ia malah terkena sabetan parang dari geng Kendal Mistik.
Mashirat sempat melarikan diri ke arah barat. Tapi dikejar sekelompok remaja dari Geng Kendal Mistik. Mashirat ditebas lalu terjatuh.
"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, tapi nyawanya tidak terselamatkan,” ungkapnya.
Sementara Farhan Riyadi sempat menolong Mashirat. Tapi dirinya terkena sabetan sajam. Beruntung ia berhasil menyelamatkan diri. Sehingga bisa selamat.
“Korban Farhan saat ini mendapatkan perawatan medis di RSI dengan jahitan di lengan kanan,” tambahnya.
Feria Kurniawan mengaku sudah mengantongi ciri-ciri pelaku pembacokan. Pihaknya juga sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi. (dev/bud)
Editor : Baskoro Septiadi