Aksi dilakukan karena banyaknya sampah berserakan di kawasan PRJ. Sambil membawa kantong plastik, mereka memungut botol bekas, plastik, dan cup air minum.
"Kami prihatin kesadaran masyarakat buang sampah terutama saat PRK masih minim. Makanya kami ikut membersihkan," kata salah satu siswa, Cila Agustina Putri.
Cila bersama teman-temannya berhasil membawa 6 kantong sampah. Nantinya, sampah itu akan disetorkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kendal. “Ternyata banyak sampahnya. Kalau bukan kita yang peduli sampah lalu siapa lagi," ujarnya.
Guru Pendamping, Sugiyanti Pratiwi mengatakan, aksi sosial ini bukan untuk mencari ketenaran bagi pelajar.
Melainkan turut menjadi program implementasi kurikulum sekolah penggerak. Aksi jumput sampah tidak hanya di arena PRK saja. Melainkan di beberapa tempat.
"Aksi ini kami lombakan. Biar siswa semangat untuk cinta lingkungan. Yang paling banyak dapat sampah nantinya akan dapat hadiah," tambahnya.
Melalui aksi sosial ini diharapkan bisa tertanam jiwa cinta lingkungan di dalam diri siswa. Selanjutnya, sampah yang sudah terkumpulkan dipilih dan dipilih sesuai jenisnya.
"Yang anorganik bisa jadi kreasi dan sampah organik bisa jadi kompos. Tapi untuk yang tidak bisa diolah, kami setorkan ke TPA," ujarnya. (dev/fth)
Editor : Baskoro Septiadi