Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Biksu Ambil 20 Kendi Air Suci Jumprit

Agus AP • Minggu, 4 Juni 2023 | 18:10 WIB
Para biksu mengambil air di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung untuk dibawa ke prosesi Waisak di Candi Mendut. (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Para biksu mengambil air di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung untuk dibawa ke prosesi Waisak di Candi Mendut. (ADDIN ALFATH/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Temanggung – Sebanyak 200 biksu mengambil air suci di Umbul Jumprit, Desa Tegalrejo, Ngadirejo, sebagai rangkaian  memperingati Waisak, Sabtu (3/6). Ketua II DPD Walubi Jateng dan Ketua Panitia Waisak Jawa Tengah, Tanto Harsono mengatakan mereka berasal dari berbagai sangha. Antara lain Nikaya, Terawada, Madsubuki, dan Mahayana.

Dengan pengambilan air ini, diharapkan manusia akan mendapatkan ketenangan dan kesucian. Karena air adalah sumber kehidupan. Sebagian besar dalam tubuh manusia adalah air.

“Tanpa air, kita akan susah. Kita lapar masih bisa puasa, tapi kalau haus, berat rasanya,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (3/6).

Inisiator perjalanan bante Thudong ke Indonesia, Bante Khantadammo atau Wawan mengatakan, air dibawa arak-arakan sampai di Candi Mendut. Kemudian disemayamkan di Candi Mendut untuk prosesi selanjutnya.

Dua biksu thudong juga mengikuti prosesi pengambilan air ini mewakili lainnya. Dari semua majelis hanya perwakilan saja yang mengikuti prosesi pengambilan air. Mereka ambil sebanyak 20 kendi. Terawada mengambil air 7 kendi, Mahayana 3, dan majelis lainnya mengambil 1 atau 2. Selain itu, panitia juga mengambil 10 ribu botol air.
“Sambutan masyarakat sangat luar biasa. Pengambilan air di Umbul Jumprit ini juga begitu meriah,” katanya.

Thudong seharusnya tanggal 31 Mei sudah selesai. Tapi perencanaan dari panitia TWC meminta 1 Juni. Jadi, sampai Magelang istirahat dulu, baru tanggal 1 Juni bergabung dengan lainnya di Borobudur. Tanggal 4 Juni selesai pelepasan lampion, semua biksu thudong menggunakan bus menuju Jakarta. Pada 6 Juni mereka meninggalkan Indonesia. Karena batasnya sudah 30 hari. (din/lis) Editor : Agus AP
#Air Suci #Ngadirejo #Umbul Jumprit #Desa Tegalrejo