Sub Koordinator Penempatan Tenaga Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Kendal Dhiyah Murdaniati mengatakan, setiap tahun kebutuhan tenaga kerja di KIK terus meningkat.
Pemkab terus berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja. Seperti melakukan MoU dengan perusahaan dan memfasilitasi pencaker.
"Kita fasilitasi semua perusahaan di KIK yang membutuhkan tenaga kerja. Salah satunya PT Eclat Textile Internasional yang saat ini butuh 4.500 karyawan," terangnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Rabu (8/2).
Saat ini PT Eclat membutuhkan tenaga kerja bagian sewing atau operator jahit. Pihaknya memberikan fasilitas berupa walk interview kepada para pencaker supaya bisa bekerja di perusahaan. Bahkan, antusiasme para pencaker cukup tinggi.
"Sementara ada 216 pencaker yang lolos seleksi. Selanjutnya, kami serahkan ke perusahaan untuk tahap selanjutnya," katanya.
Dhiyah membeberkan, tahun 2023 bakal digelar beberapa walk interview untuk pencaker. Itu dilakukan, supaya masyarakat lebih mudah mendapatkan pekerjaan serta mengurangi angka pengangguran di Kendal. "Alhamdulillah, 95 persen yang ikut seleksi adalah warga lokal. Saat ini, lebih dari lima ribu warga Kendal terserap di KIK," bebernya.
Salah satu pencaker, Kamilatul Wafiroh, 20, mengaku baru kali pertama mengikuti walk interview dari Pemkab. Ia mengaku, terbantu dengan fasilitasi ini. Lantaran, dirasa lebih mudah mendapat informasi serta pengarahan terkait perusahaan yang akan ditempati untuk bekerja. "Semoga bisa lolos seleksi dan bekerja. Karena ini baru kali pertama saya ikut seleksi," harapnya. (dev/fth) Editor : Agus AP