Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Soal Kisruh Kongres Askab Kendal, Ini Penjelasan Asprov PSSI Jateng

Agus AP • Selasa, 26 April 2022 | 04:14 WIB
Perwakilan voter Askab PSSI Kendal saat meminta kongres Askab Kendal diulang Senin (25/4). (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
Perwakilan voter Askab PSSI Kendal saat meminta kongres Askab Kendal diulang Senin (25/4). (DEVI KHOFIFATUR RIZQI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Kendal - Kongres Askab PSSI Kendal sempat diwarnai protes oleh para pesertanya. Itu karena adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan ketua.

Menanggapi hal tersebut, Komite Asprov Jawa Tengah Ismu Puruhito menjelaskan, Askab PSSI Kendal sebenarnya sudah habis masa kepengurusan pada Maret 2022. Namun, ketua Askab PSSI Kendal yang dijabat Supriyono tidak segera melakukan Muscab atau kongres pemilihan ketua baru. Oleh karena itu, proses pemilihan atau kongres diambil alih oleh Asprov PSSI Jateng.

"Saya adalah komite pemilihan Asprov PSSI Jateng yang diberi tugas oleh Ketua Asprov Jateng untuk mengawasi jalannya pemilihan ketua Askab di Kendal termasuk proses-prosesnya," ujarnya.

Lebih lanjut Ismu menjelaskan, saat proses atau tahapan pemilihan, dirinya melihat adanya hal-hal yang tidak normal dan tidak sesuai dengan statuta PSSI. Diantaranya yakni bentuk-bentuk intervensi, bentuk tekanan dalam berbagai macam kepada kepala desa sampai ke atasan. "Namun hal itu masih dugaan. Karena banyak yang bercerita seperti itu. Tapi ditambah bukti kuat," katanya.

Adapun bukti kuat tersebut yakni kejadian pada Minggu (24/4) malam, terdapat salah satu kubu klub yang mengumpulkan voter atau pemilih di sebuah hotel di Semarang dan difalisitasi untuk memilih calon tertentu. Meski hal itu normal, namun dalam statuta PSSI sudah melanggar ditambah adanya dugaan permainan uang dari salah satu klub.

"Bentuk intervensi itu menyalahi statuta. Dan politik uang itu tidak fair play dalam pemilihan ketua Askab," tegas Ismu.

Ismu yang ditunjuk sebagai pimpinan kongres melalui SK Asprov Jateng, memberikan penawaran kepada peerta kongres bahwa hasil dari penentuan siapa yg terpilih sebagai ketua itu melalui lembar deklarasi dukungan. Itu karena, lembar dukungan adalah berkas resmi yang dikeluarkan klub sebagai syarat pendaftaran sebagai bakal calon atau kandidat ketua. Tawaran tersebut pun disetujui sebagian peserta dari jumlah lembar deklarasi dukungan. Yakni terdapat 151 surat dukungan. Padahal jumlah klub hanya 100.

"Setelah kami pilah pilih dan cek ulang, ternyata ada yang dobel. Kita menggunakan surat deklarasi dukungan sebagai hal yang sah karena surat itu sudah dikirim jauh-jauh hari sebelum ada intervensi dan dugaan politik uang. Sehingga kita anggap itu sebagai dukungan murni. Selain itu, saya juga sudah tawarkan apakah ada yang menarik dukungan atau setuju lembar deklarasi sebagai syarat kemenangan,” jelasnya.

Adapun dari lembar dukungan tersebut, terdapat 27 surat dukungan untuk M Fauzi dan 37 dukungan untuk dr. Wibowo. Sementara sisanya tidak sah karena dobel dukungan, tidak ada stempel, dan tidak di tanda tangani oleh ketua klub. "Ada total 151 lembar dukungan namun banyak yang dobel sehingga hanya 100 saja yang dianggap sah. Yang tidak setuju kemudian protes, namun secara prosedur kongres ini sudah persetujuan peserta kongres.Dalam statuta PSSI boleh memutuskan sesuatu yang dianggap mendesak. Jadi kongres ini sudah dibyatakan sah, ada ketua terpilih dan nanti saya akan buat berita acara, tindak lanjut, dan pengesahan dari hasil kongres ini masih ada pada Asprov PSSI Jawa Tengah sebagai induk organisasi Askab Kendal. Dan pemilihan ketua kongres ini dimenangkan dr. Wibowo," tegas Ismu. (dev/bas) Editor : Agus AP
#Ssi kendal #Askab pssi kendal