Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Kades Menganti Supono Malah Diucapi Terima Kasih, Wali Murid Minta Maaf

Devi Khofifatur Rizqi • Jumat, 26 Juli 2024 | 20:44 WIB
Tangkapan layar dari video klarifikasi kasus viral di Desa Menganti, Kebumen.
Tangkapan layar dari video klarifikasi kasus viral di Desa Menganti, Kebumen.

RADARSEMARANG.ID - Kepala Desa Menganti, Supono, yang viral mengaku anggota Pemuda Pancasila karena intimidasi pelapor pungli malah diucapi terima kasih oleh wali murid.

Hal tersebut diketahui, setelah Herni Setyowati, wali murid, yang menjadi korban dugaan pungli SD di Kebumen menyampaikan klarifikasi. Bahkan, videonya beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan Herni Setyowati yang menyampaikan klarifikasi dan minta maaf.

Bahkan, Herni juga mencabut laporan dugaan pungli SD di Kebumen Jawa Tengah tersebut.

Herni kemudian menyatakan sudah mencabut kuasa kepada Sugiono selaku perwakilan LSM yang telah membantunya melapor dugaan kasus pungli.

Ia ditemani suaminya, juga menyampaikan permohonan maaf atas laporan tersebut.Video permintaan maaf wali murid itu diunggah oleh akun Tiktok @SOD_212 pada Rabu (24/7/2024).

Dalam video itu, Herni menyebut jika pungutan di sekolah negeri yang viral belakangan ini hanya fiktif belaka.Berikut kutipan pernyataan Herni yang dikutip dari unggahan akun Tiktok @SOD_212.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadirnya saya disini, berdirinya saya disini ingin mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada bapak kepala desa Jatimulyo, bapak kepala Desa Menganti, dan Pemuda Pancasila bahwasannya sudah membantu saya, sudah melindungi keluarga saya atas permasalahan yang saya alami," katanya.

"Hal itu keterkaitan pemberian kuasa saya kepada salah satu LSM yang akhirnya berbuntut kepada laporan pihak berwajib yang sebenarnya itu tidak saya inginkan. Dan tidak ada niatan sedikitpun dalam hati saya untuk melaporkan sebuah sekolah. Dan sekali lagi saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pak pemuda pancasila dan para pemimpin desa yang sudah banyak membantu," sambungnya.

"Dan alhamdulillah dengan adanya semua ini, permasalahan ini tanpa bantuan LSM anak saya Insyaallah gratis sekolah di SDN 1 Jatimulyo. Dan dengan adanya pemuda pancasila alhamdulillah keluarga saya merasa nyaman karena ada yang melindungi. Matur nuwun terima kasih," lanjutnya.

Tak hanya itu, dalam video kain, Herni mencabut laporannya yang dikuasakan kepada Sugiono.

"Saya mencabut kuasa saya kepada bapak Sugiono dan semua pernyataan saya di Tiktok. Permintaan maaf saya ini keluar dari hati yang paling dalam dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun," ucap Herni Setyowati.

Video permintaan maaf ini mendapatkan sorotan netizen. Hingga kini diketahui Supono belum menanggapi videonya yang viral.

Dalam kasus dugaan pungli SD di Kebumen ini, Supono adalah Kepala Desa Menganti dan mengaku dari ormas Pemuda Pancasila setempat.

Informasi yang dihimpun, Supono merupakan Kepala Desa Menganti yang menjabat sejak 2023.

Supono dilantik Bupati Kebumen Arif Sugiyanto sebagai Pengganti Antarwaktu (PAW) Kepala Desa Menganti, Kecamatan Sruweng di pendopo Kabumian pada 12 Desember 2023.Usai videonya viral, Supono bakal dipanggil polisi dari Polres Kebumen.

Pemanggilan ini buntut dari video viral sejumlah orang berperkaian ormas Pemuda Pancasila (PP) menggeruduk kediaman seorang warga di Kabupaten Kebumen Jateng viral di media sosial.

Dalam video seorang anggota Pemuda Pancasila yang mengaku bernama Supono terlibat cekcok dengan Sugiyono.

Supono tampak geram dengan Sugiyono yang melaporkan adanya pungutan liar di salah satu SD Negeri yang ada di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Dalam cekcok itu bahkan Sugiyono dan ortu siswa diancam pergi dari rumah mereka di Desa Menganti jika tidak mencabut laporannya.

Kabar beredar, orang tua murid memang sudah gerah dan membuat laporan dugaan pungli di SD tersebut ke Polres Kebumen.Laporan itu ditindaklanjuti dengan bantuan dari salah satu anggota LSM yang bernama Sugiyono.

Namun Supono dan teman-temannya yang datang dinarasikan mengintimidasi Sugiyono untuk membicarakan masalah pungli tersebut secara kekeluargaan, jangan menempuh ke jalur hukum terlebih dahulu.

"Ini rumah disini kamu ngontrak, tapi kamu sering bikin masalah. Kalo masih bisa dirembukin, ayo dirembukin, jangan maen hukum kayak gitu," kata Supono dalam video viral yang beredar.

Sugiyono yang seorang diri kemudian mengatakan, sebagai pemuda pancasila seharusnya bisa mengamalkan pancasila dan mendukung pelaporan adanya pungli di sekolah negeri.

"Saya sampai kapanpun tidak akan mencabut laporan itu. Saya tidak akan mencabut," kata Sugiono tegas.

"Keluar kamu dari Menganti, sering kamu bikin masalah," kata pria berpakaian ormas itu menimpali.

Adapun kronologi oknum Pemuda Pancasila mengintimidasi ini berawal dari orang tua siswa melaporkan dugaan pungli di SD Negeri di Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, melalui Sugiyono anggota LSM ke Polres Kebumen.

Karena laporan inilah membuat orang tua siswa didatangi oleh Supono Kepala Desa Menganti sekaligus ketua ormas Pemuda Pancasila.

Sehingga terjadilah cekcok dengan Sugiyono (LSM) yang ikut hadir di rumah orang tua siswa itu. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#Kades Menganti #PEMUDA PANCASILA #Supono