RADARSEMARANG.ID, NGALIYAN - Kampung olahan singkong yang berada di RW 06 Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan adalah suatu tempat atau komunitas yang fokus pada pengolahan singkong menjadi berbagai produk turunannya.
Singkong adalah tanaman yang kaya akan manfaat dan dapat diolah menjadi berbagai produk makanan tradisonal dan makanan kekinian.
Seperti kroket, pastel, keripik singkong, brownis kukus singkong, donat singkong, utri dll.
“Kampung olahan singkong menjadi motor ekonomi bagi masyarakat RW 06 Kelurahan Wonosari,” tutur Lurah Wonosari Dimas Nova Sancoyo.
Dalam Lomba Kampung Hebat 2024, wilayah ini mendaftar kategori Kampung Kreatif dan Inovatif.
Kampung olahan singkong juga memiliki program-program atau inisiatif-inisiatif untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.
Masyarakat di kampung olahan singkong juga memiliki kehidupan yang erat terkait satu sama lain.
“Mereka mungkin tergabung dalam kelompok petani atau kelompok pengusaha lokal untuk saling mendukung dan bertukar informasi,” katanya.
Selanjutnya ada pengembangan situs budaya religi berupa makam KH Syafi’I Piyoronegoro sebagai tempat ziarah religi.
Di kampung ini berdiri sebuah pondok pesantren yang diyakini sebagai pesantren tertua di Semarang.
Baca Juga: Meningkatkan Hasil Belajar IPS dengan Mengunjungi Situs Budaya Lokal
Tepat di samping pondok pesantren tersebut terdapat makam luhur dari pendiri pertama pondok pesantren yaitu am KH Syafi’i.
Diperkirakan pesantren ini berdiri pada awal abad ke-17.
Terdapat beberapa keunikan dari pondok pesantren ini yaitu masih menggunakan kitab-kitab zaman dahulu yang tidak digunakan kebanyakan pondok pesantren saat ini. (ton)
Editor : Tasropi