Kampung terpilih itu adalah, Kelurahan Kedungpane RW 01, Kelurahan Purwosari RW 02, dan Kelurahan Cangkiran RW 08 untuk kategori Kampung Kreatif dan Inovatif. Kategori Kampung Sehat ada Kelurahan Sarirejo RW 03, Kelurahan Gayamsari RW 04, dan Kelurahan Sawah Besar RW 06.
Di kategori Kampung Pro Lingkungan ada Kelurahan Pudakpayung RW 04, Kelurahan Banyumanik RW 02, dan Kelurahan Jangli RW 01, sedangkan Kategori Kampung Urban Farming diwakili oleh Kelurahan Sampangan RW 03, Kelurahan Miroto RW 02 dan Kelurahan Kranggan RW 02.
Masing-masing warga berjuang menunjukkan kreasi terbaik agar juri terpikat untuk memenangkan kampungnya. Kelurahan Kedungpane menunjukkan hasil kreasi warganya dalam mengolah potensi yang ada di lingkungan Kedungpane, seperti pepes simbukan, minuman herbal daun telang, dan beberapa hasil handcraft.
Tak hanya itu tim juri juga di ajak berkeliling meninjau lokasi destinasi wisata baru Lembah Waduk Jatibarang yang menjadi destinasi unggulan warga Kedungpane.
“Meski ini belum secara resmi di-launching, tetapi banyak wisatawan yang datang ke sini. Bahkan hingga ada yang camping,” ujar Andi Bagus, penanggung jawab Kelurahan Kedungpane
Di Kelurahan Purwosari RW 02, warga menunjukkan Kampung Sentra Konveksi yang diberi nama Kampung Sodong (Kamso). D isini tim juri diajak berkeliling melihat pengolahan dan pembuatan baju-baju produksi warga dari tahap awal hingga diterima konsumen.
Di Kelurahan Sampangan RW 03, warga memamerkan berbagai tanaman sayur yang dikelola KWT Puspitasari. Mulai dari kembang kol, terong, selada, pokcoy, kacang panjang, cabai dan banyak lagi. Sementara di Kelurahan Miroto 02, tanaman vanili menjadi unggulan.
Setiap rumah diminta menanam minimal 2 pohon vanili. Produk vanili jadi komoditas ekspor yang harganya bisa mencapai Rp 5 juta per kilogram kering. Sementara Kelurahan Jangli RW 01 memanfaatkan selokan yang bersih sebagai kolam ikan. (rid/ton)
Editor : Agus AP