Lurah Meteseh Slamet Raharjo, wisata alam Dung Tungkul mulai banyak dikunjungi wisatawan, terutama Sabtu dan Minggu. Mereka ingin bermain di sungai sembari menikmati kuliner. Karena tak jarang menemukan makanan tradisional yang saat ini sudah mulai jarang ditemui. "Untuk jajan dan menikmati keindahan alam," ujarnya.
Warga menggelar kerja bakti untuk mempercantik wilayah Dung Tungkul sehingga suasananya sesuai dengan harapan pengunjung. Di tempat ini terdapat 14 lapak UMKM dan sejumlah spot selfie. Juga dilengkapi kamar ganti, kamar mandi dan musala. "Setiap hari Minggu kami mengadakan kegiatan. Bayarnya menggunakan koin," ujarnya.
Penasehat RW 10 Isnur menambahkan, ada produk kuliner unggulan buatan warga, berupa tumpi, kripik gadung, telur asin, nasi jagung dan gendar pecel. "Ini menjadi ciri khas. Gendar pecel, nasi jagung, dan tumpi menjadi produk lama dari daerah ini," katanya.
Produk musiman seperti kripik gadung yang istimewa. Karena tidak pahit dan tidak berefek pusing. "Pengolahannya untuk membuat kripik gadung sampai selesai diperlukan waktu 8 - 10 hari, mulai dari pembersihan, pemotongan, pengepresan, penjemuran di sinar matahari langsung, siap goreng," katanya.
Isnur sangat senang dengan terselenggaranya Lomba Kampung Hebat ini. Karena pemerintah memberi apresiasi pada potensi di wilayah. "Kami akan banyak belajar apa kekurangan kami, sehingga lebih baik ke depannya," ujarnya. (fgr/ton) Editor : Agus AP