Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Ujicoba New Normal, Ajak Piknik Bareng Naik Bus

Agus AP • Senin, 13 Juli 2020 | 18:21 WIB
Rombongan bus pariwisata 44 Trans saat mulai bergerak dari jalan raya depan Kawasan Bebekan Kedungwuni menuju Kabupaten Semarang Minggu (12/7/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)
Rombongan bus pariwisata 44 Trans saat mulai bergerak dari jalan raya depan Kawasan Bebekan Kedungwuni menuju Kabupaten Semarang Minggu (12/7/2020). (Nanang Rendi Ahmad/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Kajen - Perusahaan Otobus (PO) Pariwisata 44 Trans menggelar tur ke Kabupaten Semarang. Sebanyak 26 unit bus mereka berangkatkan dalam tur pada Minggu (12/7/2020) pagi.

Bus-bus terparkir berderet di jalan raya depan kawasan Bebekan atau Gemek. Ratusan peserta tur memadati kawasan tersebut. Lalu lintas dari arah Wonopringgo ke Kedungwuni cukup tersendat karena deretan bus memakan hampir separo badan jalan.

"Ini sebagai uji coba new normal juga sebagai edukasi bagi masyarakat tentang bagaimana berwisata dalam masa pandemi," kata pemilik 44 Trans Soleh kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tur tersebut sekaligus menjadi ajang kampanye telah dibukanya kembali sektor industri pariwisata. Dalam tur ini, pihaknya menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. "Sebelum masuk bus kami cek suhu tubuh. Kami wajibkan mengenakan masker dan menyiapkan hand sanitizer dari berangkat sampai pulang. Nanti saat di tempat wisata mereka juga akan melihat bagaimana berwisata dalam masa new normal begini," ucapnya.

Dalam tur ini, Soleh menarik tarif di bawah harga normal. Untuk yang memiliki kartu anggota (member) 44 Trans, cukup membayar Rp 50 ribu per orang. Sedangkan yang tidak memiliki, membayar Rp 100 ribu. "Tujuan kami ke Semarang, yakni ke objek wistaa Dusun Semilir dan Eling Bening," imbuhnya.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi hadir dan melepas rombongan tur tersebut. Ia memyampaikan, tur tersebut menjadi satu ikhtiar menghidupkan kembali perekonomian sektor pariwisata.

"Harapannya ini menjadi awal menggerakkan kembali ekonomi yang beberapa waktu lalu sempat terhenti. Tapi ingat, ini masih dalam suasana pandemi. Maka semua pihak yang terlibat di sini mesti tetap waspada dan hati-hati," ujarnya. (nra/ton/bas) Editor : Agus AP
#Berita Semarang #44 Trans