RADARSEMARANG.ID, Semarang - Pengguna jalan nasional di jalur Semarang - Sruwen dapat kabar bahagia. Sebentar lagi jalan ini bakal mulus.
Pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) menggelontorkan anggaran Rp 181,8 miliar untuk preservasi jalan sepanjang 57,76 kilometer di tiga wilayah, yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kota Salatiga. Perbaikan jalan secara bertahap ini targetnya bakal rampung akhir 2027.
Informasi proyek itu terpampang jelas di spanduk yang terpasang di kawasan Jalan Gombel Lama, Kota Semarang beberapa hari terakhir. Dalam spanduk itu tertulis, pekerjaan berada di bawah Satker Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Provinsi Jawa Tengah, dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3 Provinsi Jawa Tengah. Paket pekerjaan bertajuk Preservasi Jalan Semarang – Bawen – Salatiga – Sruwen itu dikerjakan kontraktor pelaksana PT Semarang Multicons – PT Panca Karya Sentosa, KSO.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang di sejumlah titik jalan nasional, kerusakan memang cukup terlihat. Di depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang, misalnya, permukaan jalan berlubang dan bergelombang. Saat kendaraan melintas, pengendara roda dua tampak memperlambat laju untuk mnghindari lubang yang menganga di bagian kiri jalan.
Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Fatmawati, Kabupaten Semarang. Lubang-lubang di tengah badan jalan membuat pengendara sepeda motor harus jeli melihat situasi untuk menghindari risiko kecelakaan.
Sebelumnya di Jalan Gatot Subroto dan di dekat Pasar Karangajati lubang jalan juga mengganggu pengendara yang melintas. Sebab kondisinya sudah parah. Kendati demikian jalan ini sudah mulus dan aman untuk dilewati.
PPK 3.3 Provinsi Jawa Tengah dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah – DI Yogyakarta, Alfan Noor Rizal menjelaskan Proyek ini mencakup wilayah Kota Semarang, Kabupaten Semarang, hingga Kota Salatiga. Penanganan preservasi ini menjadi prioritas. Sebab menjadi penghubung antardaerah sekaligus jalur logistik utama yang menopang aktivitas ekonomi.
Masa pelaksanaan selama 720 hari kalender, terhitung mulai 17 Desember 2025 dan ditargetkan selesai 6 Desember 2027. Anggaran bersumber dari Tahun Anggaran 2025, 2026, dan 2027.
"Panjang penangan dari Kota Semarang ke Sruwen sepanjang 57,76 kilometer," kata Alfan saat dikonfirmasi jawa Pos Radar Semarang, Senin, (23/2).
Dari jumlah tersebut pekerjaan dominan menggunakan aspal dengan panjang 23,47 kilometer dengan rehab minor, rehab mayor, dan kontruksi. Sisanya merupakan penanganan rutin jalan yang merupakan satu kontrak berjalan (long segment), yang meliputi pekerjaan rutin jalan/jembatan dan efektif.
Pekerjaan rutin jalan/jembatan ini penanganannya seperti penutupan lubang, pengendalian tanaman, pembersihan saluran. Sementara efektif yang dimaksud ialah rehat minor, rehab mayor, rekonstruksi jalan hingga berjalan jembatan.
"Skema pelaksanaannya longsegment dengan kontrak pekerjaan hingga 2027," bebernya.
Lebih lanjut pihaknya menyebut preservasi jalan untuk pekerjaan aspal menelan anggaran Rp 6,6 miliar/km. Di wilayah Kota Salatiga, pekerjaan preservasi akan melewati Jalan Lingkar Salatiga yang merupakan jalan nasional, bukan masuk ke pusat kota.
Saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 4,61 persen. Pekerjaan yang sedang berjalan berada di ruas Jalan Gatot Subroto, Ungaran. Sementara itu, pekerjaan rutin dilakukan sepanjang ruas Semarang – Sruwen.
Terkait potensi gangguan lalu lintas, pihaknya mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi. Yakni dengan mnejalin kerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan. Ia juga mengimbau agar masyarakat bersabar dan tidak gegabah ketika terjadi kemacetan akibat perbaikan jalan yang sedang berlangsung.
"Kami mohon maaf dan permaklumannya terhadap pekerjaan jalan yang sedang berlangsung mengganggu perjalanan. Harapan kami semoga pekerjaan ini dapat meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pengguna jalan ke depannya," tegasnya. (kap)
Editor : Baskoro Septiadi