Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Jateng Fashion Trend 2025 Hadirkan Konsep Eco Luxury, Padukan Kemewahan dan Keberlanjutan

Khafifah Arini Putri • Senin, 14 Juli 2025 | 02:48 WIB

 

Jateng Fashion Trend 2025 angkat tema Eco Luxury dimeriahkan Anggota IFC Semarang, berlangsung di Renaissance Ballroom Semarang.
Jateng Fashion Trend 2025 angkat tema Eco Luxury dimeriahkan Anggota IFC Semarang, berlangsung di Renaissance Ballroom Semarang.

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sorotan lampu panggung menyapu pelan catwalk yang membentang megah di ruang utama gelaran Jateng Fashion Trend 2025.

Para model satu per satu melangkah anggun dengan busana yang memadukan estetika mewah dan kepedulian lingkungan.

Gelaran tahunan yang digagas Indonesian Fashion Chamber (IFC) Semarang Chapter kali ini mengusung tema Eco Luxury, kolabroasi yang tak hanya memamerkan keindahan fashion, tapi juga membawa pesan kuat soal keberlanjutan dan potensi Semarang sebagai kota mode nasional.

 Baca Juga: Berikut Ini 5 Makanan yang Terbukti Tingkatkan Fungsi Otak Kalian

PIC 1 Jateng Fashion Trend 2025 Elkana Gunawan menyampaikan Eco Luxury dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap isu keberlanjutan di industri fesyen.

“Kami mengambil tema eco luxury tahun ini 2025 bersama teman-teman IFC Semarang sepakat mengambil tema eco fashion. Jadi kami ikut peduli dengan sustainability yang ada di bumi ini, di antaranya dengan mengolah sesuatu yang aman untuk lingkungan,” jelas Elkana di Renaissance Ballroom Semarang, Minggu (13/7).

Ia menambahkan eco dalam konteks ini tidak melulu tentang pewarna alami. Tetapi juga memanfaatkan limbah serta memilih bahan yang awet agar tak menjadi bagian dari tren fesyen cepat (fast fashion).

Selain itu, IFC Semarang juga menggandeng komunitas lokal seperti ibu-ibu rumah tangga, pelajar, hingga mahasiswa untuk terlibat dalam proses kreatif seperti kerajinan tangan dan sulaman.

"Kami juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga maupun anak-anak sekolah, rekan-rekan mahasiswa untuk turut mendukung craft atau handcraft baik dengan sulaman maupun yang lainnya. Jadi, ada satu kesatuan dari ujung sampai ujung," imbuhnya.

 Baca Juga: Bikin Diecast Jadi Lebih Hidup lewat Fotografi

Ketua IFC Semarang Chapter Sudarna Suwarsa mengungkapkan IFC Semarang berkomitmen menjadikan acara ini sebagai ajang tahunan yang konsisten mengangkat potensi mode lokal.

Menurutnya Semarang memiliki identitas kuat di dunia mode, khususnya dalam produk custom made.

Sebab itu melalui gelaran ini pihaknya mendorong agar Kota Semarang bisa menjadi kota mode nasional.

Ia menambahkan Semarang memiliki potensi besar menjadi episentrum mode nasional.

Dengan mengangkat isu keberlanjutan dan menggabungkannya dengan nilai lokal dan sentuhan kemewahan global.

Menurutnya acara ini mengukuhkan posisi Semarang sebagai kota kreatif yang menjanjikan.

“Kita ingin membangkitkan lagi Semarang bisa menjadi pusat mode ya, pusat custom made terutama pakaian pesta, pakaian pengantin, dan semua kategori pakaian,” ungkapnya.

 Baca Juga: Makna Mendalam di Balik Tema dan Logo 64 Tahun Gerakan Pramuka 14 Agustus 2025

Salah satu desainer yang ikut ambil bagian dalam Jateng Fashion Trend 2025 adalah Novita Sanjaya, yang menampilkan koleksi bertema Renaissance Romance.

Menurutnya, koleksi ini merupakan hasil perluasan dari tema besar acara yang dikolaborasikan dengan gaya oriental dan Eropa.

Novita memamerkan 36 koleksi, termasuk enam di antaranya adalah gaun pengantin.

Karyanya banyak terinspirasi dari cheongsam ala oriental China, dipadukan dengan sentuhan embroidery ala Prancis. Namun busananya tetap disesuaikan dengan tren dan kebutuhan lokal.

“Tema saya lebarkan sedikit dengan kerajaan-kerajaan dari beberapa tempat. Mayoritas koleksi saya di Singapura itu cheongsam, makanya saya ambil dari oriental Chinese, terus ada dari Prancis dengan detail-detail embroidery. Saya gabungkan dengan esensi modern yang bisa dipakai untuk acara yang tidak super berat atau formal,” jelas Novita. (kap)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#dunia mode #KOTA SEMARANG #industri fesyen #Indonesian Fashion Chamber (IFC)