Bertajuk "Literasi Digital dengan Pendekatan Deep Learning untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Indonesia", kegiatan ini dikemas dalam format kuliah umum yang dilaksanakan di Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Selasa (24/6/2025).
Diselenggarakan secara kolaboratif antara Pemerintah Kabupaten Blora dan Program Pascasarjana UMK, kuliah umum ini dihadiri lebih dari 175 peserta yang terdiri atas guru-guru ditingkat Pendidikan Dasar dan dihadiri oleh pejabat struktural Dinas Pendidikan Kabupaten Blora.
Kehadiran dua narasumber utama, yakni Sunaryo, S.Pd., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, dan Dr. Ahmad Hariyadi, M.Pd., dosen Magister Pendidikan Dasar UMK, menjadikan forum ini kaya akan diskusi dan refleksi kritis atas kondisi pendidikan di daerah.
Dalam pembukaan sesi, Sunaryo, S.Pd., M.Si. memaparkan data Rapor Pendidikan Kabupaten Blora tahun 2024 yang menjadi dasar pertimbangan pentingnya pengembangan kualitas sumber daya manusia pendidikan.
"Nilai literasi tingkat SD di Kabupaten Blora berada pada angka 67,47 dan numerasi 60,34. Ini menunjukkan bahwa masih banyak ruang untuk peningkatan, terutama dalam hal kompetensi dasar siswa yang menjadi fondasi keberlanjutan belajar," tegasnya.
Sunaryo menekankan bahwa peningkatan kualitas peserta didik hanya dapat dicapai bila para pendidik terus melakukan pemutakhiran kompetensi, termasuk melalui pendidikan lanjutan di jenjang magister.
"S2 bukan lagi pilihan elit, melainkan kebutuhan strategis dalam era digital dan revolusi industri. Guru harus update, harus bertransformasi," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora juga mengajak para guru untuk tidak ragu mengambil kesempatan studi lanjut di Universitas Muria Kudus.
"Program MPD UMK telah terakreditasi UNGGUL, memiliki dosen berkualitas nasional dan internasional, serta kurikulum yang responsif terhadap tantangan zaman," ujarnya dalam sesi motivasi yang disambut antusias para peserta.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Ahmad Hariyadi, M.Pd., memberikan pemaparan yang inspiratif mengenai pentingnya integrasi teknologi dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam materinya yang berjudul "Literasi Digital dan Pendekatan Deep Learning untuk Pendidikan Maju,” Dr. Ahmad menjelaskan bahwa transformasi pendidikan harus melibatkan manajemen perubahan yang strategis dan menyeluruh.
Baca Juga: PGSD Universitas Muria Kudus Jadi Agensi Pelestarian Budaya Lokal di Pentas Nasional
"Adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan bukan lagi wacana masa depan. Ini adalah keniscayaan. Namun, implementasinya membutuhkan kesiapan mindset dan infrastruktur. Guru dan pengambil kebijakan harus memiliki kesadaran kolektif untuk beradaptasi," terang Dr. Ahmad.
Konsep deep learning dalam konteks pedagogik, yang tidak hanya berarti pemanfaatan teknologi tinggi, tetapi juga pendekatan pembelajaran mendalam, reflektif, dan kontekstual.
"Deep learning menekankan pada pemahaman esensial, bukan sekadar hafalan. Literasi digital bukan cuma tentang teknologi, tapi juga kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan kreatif," tegasnya.
Dr. Ahmad menegaskan bahwa guru tidak bisa lagi menjadi satu-satunya sumber informasi. "Peran guru telah bergeser dari instruktur menjadi fasilitator dan pembimbing. Ini menuntut adanya kesiapan pedagogis baru, termasuk penguasaan teknologi dalam pembelajaran," ujarnya.
Guru-guru untuk berani keluar dari zona nyaman dan terbuka terhadap transformasi digital. "Masa depan pendidikan kita terletak pada sinergi antara manusia dan teknologi. Namun tetap harus dikendalikan oleh nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan kearifan lokal," ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap guru-guru yang ingin melanjutkan studi di tingkat magister. "Kami siap memfasilitasi, bahkan mendorong guru-guru untuk mengakses beasiswa, baik dari APBD, LPDP, maupun kerja sama dengan perguruan tinggi seperti UMK," kata Sunaryo.
Studi lanjut tidak hanya akan memperkaya kapasitas personal guru, tetapi juga memperkuat posisi strategis daerah dalam pembangunan SDM unggul. "Ketika guru meningkat, kualitas anak didik juga akan meningkat. Efek dominonya bisa sampai pada kemajuan daerah," tambahnya.
Program Magister Pendidikan Dasar Universitas Muria Kudus telah menunjukkan komitmen serius dalam pengembangan pendidikan daerah. Dengan dosen pengajar yang sebagian berasal dari lulusan luar negeri dan profesor ahli di bidang pendidikan dasar, MPD UMK menjadi alternatif terpercaya bagi guru-guru yang ingin mengembangkan kapasitas akademik dan profesionalnya.
Dr. Ahmad menjelaskan bahwa MPD UMK bukan hanya memberikan teori, tetapi juga aplikasi langsung di lapangan. "Kami punya program pengabdian masyarakat berbasis sekolah, pelatihan inovatif, hingga riset tindakan kelas. Semua dirancang untuk kebutuhan guru Indonesia," tuturnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kurikulum MPD UMK mengintegrasikan literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, serta penguatan pendidikan karakter.
Dalam sesi dialog terbuka, guru-guru peserta menyampaikan beragam masukan dan pertanyaan seputar literasi digital, peluang studi lanjut, hingga tantangan mengadopsi teknologi di sekolah masing-masing. Diskusi berjalan dinamis, mencerminkan tingginya semangat belajar dan kepedulian terhadap nasib pendidikan di daerah.
Dari rangkaian kuliah umum ini, disimpulkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan pendekatan menyeluruh: dimulai dari penguatan guru, transformasi mindset, hingga kolaborasi strategis lintas sektor.
"Manajemen perubahan yang strategis adalah kunci keberhasilan implementasi teknologi AI dalam dunia pendidikan. Dibutuhkan inovasi, kolaborasi, dan komitmen dari semua pihak untuk menuju pendidikan yang adil, inklusif, dan bermutu," pungkas Dr. Ahmad.
Acara ditutup dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing. Dengan semangat literasi digital dan keberanian melakukan transformasi, pendidikan Indonesia diyakini akan terus melangkah maju. (*/aro)
Editor : H. Arif Riyanto