RADARSEMARANG.ID, Semarang – Festival Kota Lama berlangsung mulai 5-15 September. Mengangkat tema Heritage in Diversity, event ini menyuguhkan beragam pertunjukan seni dan budaya Nusantara.
Festival Kota Lama (FKL) 2024 adalah FKL yang ke-13. Tema kali ini adalah Heritage In Diversity. Seiring dengan tema tersebut, maka FKL mengangkat keberagaman budaya Kota Semarang, Jawa, Melayu, Tionghoa, dan Arab.
Salah satunya pertunjukan Wayang On The Street (WOTS) Pandhawa 7 yang mengisahkan tentang keluhuran budi seorang penguasa.
WOTS Pandhawa 7 dibuka dengan parade dari Gedung BNI yang diikuti oleh Punokawan kecil dari Eduhouse Primary yang melambangkan tonggak estafet dan regenerasi Seni dan Budaya.
Panitia Penyelenggara Wayang On The Street Krisna Phiyastika menyampaikan WOTS Pandhawa 7 merupakan event kolaborasi dari Klub Merby, Wayang Orang Ngesti Pandhawa, Tirang Comunity dan didukung oleh Pemerintah Kota Semarang dalam rangka gelaran Festival Kota Lama 2024.
Wayang Pandhawa 7 ini kata dia mengisahkan tentang kisah menjadi penguasa yang baik. Sehingga masyarakat bisa hidup Sejahtera.
“Pagelaran Wayang Pandhawa 7 ini menceritakan tentang bagaimana seharusnya penguasa dapat menjadi penguasa yang Bijak dan Bajik, bagaimana Keluhuran Budi menjadi yang utama bagi setiap insan manusia dan sikap welas asih harus selalu menjadi pemersatu bangsa,” ungkapnya, Jumat (6/9) malam.
Kota lama bukan sekadar kumpulan bangunan tua, melainkan warisan hidup yang mencerminkan sejarah dan identitas suatu komunitas.
Di tengah arus modernisasi, Festival Kota Lama menjadi semakin penting sebagai upaya memelihara, merayakan, dan memperkenalkan keberagaman budaya serta keunikan arsitektur yang dimiliki suatu kota.
Melalui Festival Kota Lama maka bisa merawat warisan budaya, menggugah nostalgia dan kebersamaan, meningkatkan pariwisata berkelanjutan, menghidupkan ekonomi lokal, mendorong pelestarian lingkungan, memupuk keindahan dan keunikan.
Merayakan Festival Kota Lama, tidak hanya mengenang masa lalu, tetapi juga mengukuhkan komitmen untuk merawat dan meningkatkan nilai-nilai yang telah diwariskan.
Festival Kota Lama adalah langkah progresif menuju pembangunan kota yang berkelanjutan, berakar pada identitas lokal dan memberikan kehidupan pada warisan budaya yang kaya.
"Festival Kota Lama untuk melestarikan Kota Lama Semarang sebagai kawasan cagar budaya; menjadi ajang berkumpul dan berkreasinya orang-orang kreatif dan penggiat sejarah seni budaya. Festival juga berperan serta mengembangkan dan menggiatkan pariwisata dalam skala nasional hingga internasional, interkoneksi dalam investasi usaha dengan berbagai pihak; mengangkat budaya dan kearifan lokal yang selama ini turut menjadi bagian dan menghidupkan Kota Lama Semarang," kata CEO Samsaka Group/Jiiscomm Febriyanto Rachmat dalam keterangan tertulis
Acara dikemas hybrid, dimeriahkan Paulus Surya Orchestra.
Pengunjung bisa memuaskan diri dengan berbagai menu di Kuliner Nostalgia Pasar Sentiling yang memberikan pengalaman kuliner terbaik dari berbagai kuliner otentik khas Nusantara. (kap/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi