Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Disdikbud Jateng Melarang, Disdik Kabupaten dan Kota Perbolehkan Study Tour dengan Syarat Diperketat

Adennyar Wicaksono • Senin, 20 Mei 2024 | 16:56 WIB
Ternyata program field trip atau study tour internasional tidak hanya di SD, di level SMP Muhammadiyah Plus Salatiga juga ada. (Istimewa)
Ternyata program field trip atau study tour internasional tidak hanya di SD, di level SMP Muhammadiyah Plus Salatiga juga ada. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID - Beda dengan Disdikbud Jateng, Dinas Pendidikan (Disdik) di sejumlah wilayah kabupaten/kota tidak melarang pelaksanaan study tour atau karya wisata. Tapi harus dengan persyaratan yang ketat.

Plt Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Budi Riyanto masih memperbolehkan adanya pembelajaran ke luar sekolah.

Namun persetujuan dari orang tua murid menjadi syarat utama melangsungkan kegiatan.

“Dampak adanya pembelajaran di luar sekolah seperti study tour itu justru bagus. Yang kami temui di lapangan, anak-anak jadi lebih percaya diri,”ungkapnya.

Budi juga mengatakan Disdikbudpora sudah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan untuk mendapatkan armada yang sesuai dengan standar dan keamanannya. Sehingga bisa meminimalkan adanya kerusakan pada mesin sebelum berangkat.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang,Rahmulyo Adi Wibowo mengatakan, karya wisata sebenarnya bisa menjadi penting jika penekanannya pada kegiatan studi.

“Istilahnya harusnya penting kalau memang study, tapi yang jadi masalah kalau penekanannya kepada tour,” katanya.

SMP Muhamadiyah Plus Salatiga termasuk sekolah yang tetap menggelar field trip atau study tour ke Bandung dan Jakarta pekan depan.

Beberapa persyaratan diperketat agar menjamin keselamatan dan kenyamanan para siswa dalam menjalankan fieldtrip.

Salah satunya adalah moda transportasi yang digunakan harus benar benar fit. Dalam field trip mendatang, SMP Muhammadiyah plus Salatiga sedianya menggunakan dua bus pariwisata. Akan menjalani rute melalui Ciater, Lembang, hingga Jakarta.

Kepala SMP Muhammadiyah Plus Salatiga Sutomo menuturkan, field trip Kelas 9 akan dilaksanakan pada 27-30 Mei 2024. Kemudian kelas 7, outing class di laksanakan pada 21 Mei 2024 Ke Candi Prambanan.

"Sementara kelas 8 pada tanggal 21 Mei 2014 kegiatan Outing Class ke Gunung Gajah," jelas Sutomo.

Untuk bus yang ke Bandung dan Jakarta akan membawa 80 siswa. Pihak sekolah sudah meminta biro perjalanan untuk memastikan busnya.

Mulai dari umur bus hingga kelengkapan surat. Termasuk uji kirnya. "Bisnyaa kemarin diuji kir lagi guna memastikan kelayakannya," imbuh Sutomo. (ria/den/sas/ton)

 

Editor : Baskoro Septiadi
#Disdikbud Jateng #study tour #SMP Muhammadiyah Plus Salatiga #Larangan Study Tour