Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pelantikan Pengurus Periode 2023-2028, ISNU Jateng Perkuat Data Base Intelektual Muda NU

Ida Nor Layla • Minggu, 3 Maret 2024 | 21:04 WIB
PELANTIKAN : Pengurus PW ISNU Jateng masa Khidmah 2023-2028 dilantik oleh Wakil Ketua PWNU Jateng DR KH Mahsun Mahfud M.Ag. di Auditorium USM di Jalan Soekarno Hatta Sabtu malam 2 Maret 2024.
PELANTIKAN : Pengurus PW ISNU Jateng masa Khidmah 2023-2028 dilantik oleh Wakil Ketua PWNU Jateng DR KH Mahsun Mahfud M.Ag. di Auditorium USM di Jalan Soekarno Hatta Sabtu malam 2 Maret 2024.

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang-Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah (Jateng) bertekad memperkuat data base intelektual NU dan data base anggota ISNU. Hal ini demi membangun kesadaran bersama dan melanjutkan perjuangan KH Hasyim Asyari dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan disampaikan Ketua PW ISNU Jateng Dr Fakhrudin Aziz LC M.Si dalam acara pelantikan kepengurusan PW ISNU Jateng masa khidmat 2023-2028 di Auditorium Universitas Semarang (USM) di Jalan Soekarno Hatta Sabtu malam 2 Maret 2024.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus ISNU 2023-2028 sedianya dilantik sendiri oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) ISNU Prof Dr Ali Masykur Musa M.Si M.Hum. Namun karena berhalangan hadir, kepengurusan ISNU periode ketiga kali ini dilantik oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng DR KH Mahsun Mahfud M.Ag.

Akar ISNU adalah perguruan tinggi. Karena itulah, dalam pelantikan kali ini juga dihadiri berbagai pimpinan perguruan tinggi di Jateng. Dalam kesempatan tersebut, hadir Rektor USM yang diwakilkan kepada Sekretaris USM, Dr Abdul Karim SE MSI AK CA hadir sebagai tuan rumah pelaksanaan pelantikan.

Dia menegaskan, USM merupakan kampus berwawasan kebangsaan. Bahkan USM sangat terbuka menyambut beragam program kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya.

“Kami sempat dirawuhi Forum Santri Lintas Profesi. Kami juga memberikan support berbagai kegiatan NU maupun habaib. Bahkan kami siarkan melalui TV USM. Termasuk dengan ISNU Jateng kali ini,” jelasnya.  

Hadir pula Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Prof Dr H Mudzakkir Ali MA, perwakilan Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), UIN Walisongo Semarang dan perguruan tinggi lainnya.

“Bahkan pelantikan ISNU Jateng kali pertama pada masa khidmat tahun 2013-2018 dilaksanakan di Unwahas. Kami tak akan lupa dengan dukungan Unwahas. Dan pada periode ketiga ini tahun 2023-2028 dilaksanakan di kampus USM,” kata Fakhruddin Aziz berterimakasih.

Pada periode ketiga ini, Fakhruddin mengakui ISNU terus berbenah. Tak ingin sekadar menyatakan klaim bahwa anggota ISNU sangat banyak. Tapi pihaknya ingin menunjukkan data riil, bahkan by name by address.

Tak sekadar retorika, pengurus ISNU Jateng kali ini langsung mewujudkannya dengan meluncurkan data base anggota ISNU yang siap menampung data seluruh anggota ISNU.

Hal ini sebagai jawaban atas pertanyaan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi saat berkunjung ke Mesir, terkait data warga NU di Mesir. Ternyata yang memiliki data based justru warga dari organisasi masyarakat (Ormas) lain. Akhirnya keluarlah klaim bahwa selain jumlah warga yang terdata dari ormas lain, itu adalah warga maupun mahasiswa NU.

“Saat ini kami sudah memiliki data base dan sudah dirintis. Kami juga ingin memiliki dan menunjukkan intelektual NU yang siap mengabdikan dirinya kepada masyarakat,” tandas Fakhrudin.

Fakhrudin berharap, saat ISNU memiliki jurnal sudah dilengkapi dengan sumber daya manusia (SDM) yang dapat berkiprah dan mewujudkan dedikasinya terhadap ISNU yang luar biasa. Apalagi ISNU memiliki keanggotaan dari berbagai perguruan tjnggi yang jumlahnya cukup besar.

“Jika Sekretaris USM Pak Abdul Karim menanyakan  ISNU memiliki program apa? Maka kami memiliki data based anggota dari berbagai perguruan tinggi. Kami berharap ISNU bisa menjadi panglima intelektual, memiliki dan mengawal penelitian dan pengembangan (Litbang) yang bisa merespon kondisi di Masyarakat,” harapnya.

Termasuk agar potensi ISNU bisa lebih sinergis, pihaknya akan mendiagnosa kondisi masyarakat dan memperkuat kemitraan. “Karena itu pula, ISNU periode kali ini Kembali ke khittah. Dengan menggelar pelantikan tidak di hotel, melainkan di kampus. Karena rumah besar ISNU adalah kampus. Ketika bermitra dengan kampus, maka kita bisa saling bersilaturrahim,” ujarnya.

Kendati begitu, tak kalah pentingnya adalah membangun kemitraan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dengan Gubernur Jateng, Polda Jateng, Kadin Jateng, dan lainnya. “Kami akan mencoba melakukan diskusi, kira-kira apa yang bisa kami bantu untuk melaksanakan program Bersama,” tandasnya.

Diakuinya, ISNU akan efektif melakukan kerja ketika seluruh anggota mampu membangun kesadaran penuh bahwa ini adalah perjuangan Bersama agar diakui sebagai muridnya KH Hasyim Asyari, pendiri NU.

“Ayo kita start Bersama, bergandengan tangan, bermitra dengan siapapun. Program yang ada bisa disupport, pemerintah bisa kita support, intelektual ini bisa terjun ke masyarakat bersama-sama. Kami berharap ISNU bisa memberikan warna penting dalam dinamika berorganisasi. Menorehkan tinta emas, sehingga kehadiran ISNU buka hanya intelektual di menara gading,” ingatnya.

Dr Mahsun Makhfud juga mengingatkan agar ISNU dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, namun tidak kosong ilmu hikmah. Dengan begitu, supaya nilai-nilai itu berkah dengan berkhidmah di dalam organisasi ISNU. “Dengan demikian, anggota ISNU akan menjadi santrinya Mbah KH Hasyim Asyari,” tandasnya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#intelektual NU #ISNU Jateng #sarjana NU #pwnu jateng #Kampus USM