RADARSEMARANG.ID, JATENG - Elektabilitas pasangan capres-cawapres nomor 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka semakin moncer di Jawa Tengah (Jateng) dalam rangka menghadapi Pilpres 2024. Adanya Jokowi effect disinyalir membuat elektabilitas Prabowo-Gibran melejit.
Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Indo Riset periode 18-23 Desember 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jateng terus meningkat. Pada Oktober 2023, elektabilitas Prabowo-Gibran di Jateng hanya 18 persen, kemudian meningkat menjadi 32 persen dan puncaknya 38,9 persen di Desember 2023.
“Kalau di Jawa Tengah Pak Prabowo ya, ini mungkin ya dugaan saya, itu ada Jokowi effect,” kata Peneliti Indo Riset, Roki Arbi, ketika dihubungi, Jumat (29/12/2023).
Roki menambahkan, adanya Jokowi effect tersebut membuktikan Prabowo-Gibran terus mendapatkan dukungan dari pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 silam. Tak hanya itu, ia juga menegaskan, dukungan kepada Prabowo-Gibran itu bisa saja hadir dari pendukung Presiden Jokowi yang masih terafiliasi dengan PDIP maupun non-PDIP.
“Adanya migrasi pemilih Jokowi ke pemilih Prabowo, karena naiknya elektabilitas Prabowo di Jateng cukup signifikan,” ucap Roki.
Sementara itu di sisi lain, elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta semakin anjlok. Semula, pada Oktober 2023 elektabilitas mereka ada di angka 68 persen, kemudian masuk di November 2023 turun menjadi 57 persen dan menginjak Desember kembali ambrol ke angka 42,2 persen.
Oleh karena itu, Roki menyimpulkan Jokowi effect berdampak signifikan kepada elektabilitas Prabowo-Gibran. Menurutnya, Prabowo-Gibran mempunyai potensi besar menyalip perolehan dukungan Ganjar-Mahfud MD di provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta.
“Sekarang Pak Prabowo di Jawa Tengah itu 38,9 persen itu sudah mendekati Pak Ganjar, sementara kalau kita lihat data di November di Jawa Tengah itu baru 32 persen berarti kan naik hingga 6,9 persen,” ujar Roki. (web)
Editor : Tasropi