RADARSEMARANG.ID, Semarang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mencatat kejadian 233 bencana. Ratusan bencana tersebut terjadi dalam kurun waktu dua bulan. Yakni Juni-Juli 2023.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Jateng Dikki Rulli Perkasa merinci 223 kejadian bencana. Pada Juni 121 dan Juli 112 kejadian. Dari total kejadian bencana di dua bulan didominasi bencana kebakaran.
Tercatat ada 109 kejadian kebakaran rumah dan pemukiman, 47 kejadian kebakaran hutan dan lahan. 67 bencana sisanya adalah kejadian angin puting beliung, tanah longsor dan lain sebagainya.
Sedangkan secara lokasi bencana terbanyak di Kota Semarang dengan 30 kejadian. Disusul Kabupaten Klaten, 21 kejadian dan Kabupaten Grobogan dan Sragen masing-masing 19 kejadian bencana. 134 sisanya tersebar di seluruh kabupaten kota lain di wilayah Jateng.
Pihaknya merinci jumlah kebakaran rumah atau permukiman sebanyak 109. Terbanyak di Grobogan yakni 16 kejadian.
Kota Semarang dan Kabupaten Semarang masing-masing 13 dan 10 kejadian kebakaran rumah. Sisanya di kabupaten dan kota lain di Jateng.
"Dalam kurun waktu tersebut, 33 rumah rusak berat, 16 rumah rusak sedang dan 25 rumah rusak ringan," ungkapnya.
Sementara kebakaran hutan dan lahan, pada Juni-Juli 2023 tercatat 47 kejadian. Terbanyak di Klaten 17 kebakaran, 9 di Sragen dan 4 Sukoharjo. Serta sisanya di kabupaten dan kota lainnya.
"Bulan Juni-Juli 2023 telah terjadi sedikitnya 47 kali kejadian kebakaran hutan dan lahan di Jateng. Dalam kurun waktu tersebut, 82,2342 Hektar lahan terbakar," tandasnya. (kap/bud)
223 BENCANA DI JATENG
- Juni 121 dan Juli 112 kejadian
- Kebakaran mendominasi bencana
total 156 kejadian
- 109 kebakaran rumah/pemukiman
- 47 kebakaran hutan dan lahan
- 67 bencana lain (tanah longsor, angin puting beliung, dsb)
- 4 daerah dengan bencana kebakaran tertinggi
- Kota Semarang (30 kejadian)
- Kab. Klaten (21 kejadian)
- Kab. Grobogan (19 kejadian)
- Kab. Sragen (19 kejadian)
- 109 rumah ludes terbakar
- 82,2342 hektar lahan dilalap api