RADARSEMARANG.ID, Semarang — Surat Shad merupakan surah ke-38 dalam Al-Qur’an.
Surat yang terdiri atas 88 ayat ini tergolong surah Makkiyah, yakni surat yang turun di Kota Makkah.
Salah satu ayat yang diyakini mengandung kemuliaan dalam surat Shad adalah ayat ke-54.
Sebagian muslim meyakini bahwa amalan Nisfu Syaban salah satunya adalah membaca surat Shad ayat 54.
Ada sebagian kalangan muslim yang meyakini bahwa surat Shad ayat 54 merupakan ayat yang ditulis pada malam Nisfu Syaban.
Namun, sebagaimana ayat lainnya, Al-Qur’an dianjurkan untuk dibaca, tidak hanya dituliskan.
Berikut lafal surat Shad ayat 54 dalam tulisan Arab, Latin, beserta artinya.
إِنَّ هَٰذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ
Inna hāżā larizqunā mā lahụ min nafād
Arti surat Shad ayat 54: “Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki [dari] Kami yang tidak habis-habisnya,” (QS. Sad [38]: 54).
Tafsir Surat Shad Ayat 54
Untuk memahami arti surat Shad ayat 54 secara lebih mendalam, Anda bisa mempelajarinya dari tafsir ulama.
Berikut beberapa penjelasan tafsir surat Shad ayat 54:
1. Tafsir Ibnu Katsir ringkas
Menurut tafsir Ibnu Katsir, secara ringkas, surat Shad ayat 54 tidak lepas dari makna ayat-ayat sebelumnya.
Hal ini lantaran konteksnya saling berkaitan.
Dalam tafsir tersebut dijelaskan, Allah Swt. menjanjikan kepada orang-orang yang bertakwa di hari perhitungan, yakni surga.
Nikmat surga benar-benar rezeki dari Allah Swt. yang tiada habis-habisnya.
2. Tafsir Tahlili
Allah menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti datang setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di Padang Mahsyar.
Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang abadi.
3. Tafsir Wajiz
Sungguh, karunia besar dan mulia inilah rezeki dari Kami yang tidak ada habis-habisnya dan tidak pula berkurang.
Kami berikan karunia itu kepada hamba-hamba yang taat dan berbakti.
Keutamaan Mengamalkan Surat Shad Ayat 54 di Malam Nisfu Syaban
Habib Muhammad Al Habsyi, seorang habib dari Solo, Jawa Tengah, melalui akun Media Sosial resminya, menjelaskan sebagai berikut:
“Barangsiapa yang pada malam Nisfu Syaban menulis Surat Sad ayat 54 di atas kertas kemudian diletakkan di tempat menyimpan uang, insyaallah rezekinya akan mengalir sepanjang tahun.”
Terlepas dari itu, umat muslim sejatinya memang dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an pada malam Nisfu Syaban.
Namun, hal tersebut tidak terbatas pada ayat tertentu.
Para ulama bersepakat bahwa kaum beriman dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Syaban dan sepanjang bulan Syaban dengan berbagai amalan.
Umat muslim dapat membaca semua ayat Al-Qur’an, baik surat Yasin maupun surat lainnya.
Salah satu di antaranya termasuk surat Shad ayat 54.
Membaca Al-Qur’an memiliki banyak keutamaan, sebagaimana sabda Rasulullah saw:
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran) maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan dilipatkan kepada sepuluh semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lâm mîm satu huruf. Akan tetapi, alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).
Dilansir dari buku Sejuta Berkah dan Fadhilah 114 Surat Al-Qur’an karya Ali Hisyam Ibnu Hasyim, surat Shad ayat 54 dianggap sebagai bacaan doa yang dapat membantu umat Islam memperoleh rezeki berlimpah.
Seseorang yang senantiasa membaca ayat ini akan mendapatkan keberkahan dan kelapangan dalam segala urusan rezekinya.
Keutamaan ayat ini juga terletak pada penjelasan bahwa segala rezeki berasal dari Allah SWT dan tidak akan pernah habis atau berkurang.
Dengan menyebutkan bahwa rezeki yang diberikan adalah “rezeki Kami”, ayat ini menegaskan bahwa Allah SWT adalah sumber segala nikmat dan karunia yang diberikan kepada hamba-Nya.
Hal ini mengajarkan umat Islam untuk senantiasa selalu bersyukur atas nikmat-nikmat yang diberikan dan memperkuat kepercayaan kita pada-Nya sebagai yang Maha Memberi.
Di sisi lain, Ali Muhammad Ash-Shalibi dalam bukunya yang berjudul Adam:
Penciptaan Manusia Pertama, surat Shad ayat 54 juga menjelaskan tentang nikmat yang tak terbatas yang disediakan oleh Allah SWT di surga nanti.
Ini menunjukkan kemurahan hati Allah SWT yang tiada habisnya dan kasih sayang-Nya yang kekal terhadap hamba-Nya yang saleh.
Secara keseluruhan, ayat tersebut menggambarkan bahwa rezeki yang diberikan oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat, tidak akan pernah habis.
Maka dari itu patutlah kita coba mumpung momentum yang sangat pas pada hari ini merupakan malam nisfu syaban. (fal)
Editor : Baskoro Septiadi