Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Siberian Husky, Si Tampang Galak yang Penurut

Agus AP • Senin, 11 Oktober 2021 | 22:39 WIB
Pemilik Siberian Husky mengajak anjingnya di wilayah yang memiliki cuaca dingin. (DOK GRUP OF SIBERIAN HUSKY SEMARANG)
Pemilik Siberian Husky mengajak anjingnya di wilayah yang memiliki cuaca dingin. (DOK GRUP OF SIBERIAN HUSKY SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID - Siberian husky salah satu ras anjing paling populer di dunia. Ras anjing ini memiliki bulu yang indah dan tebal. Ada banyak varian warna serta tanda. Meski bertampang galak, tapi anjing ini tergolong ramah dan penurut.

Sesuai dengan namanya, Siberian husky berasal dari Siberia, Rusia. Siberia terletak di dekat kutub utara yang membuatnya memiliki suhu sangat dingin. Bahkan, disebut sebagai daerah dengan salju abadi.

Selain itu, anjing Siberian husky mempunyai mata biru maupun yang tajam atau multi-warna dan wajah yang mencolok. Bahkan terlihat seram, dengan motif wajahnya menambah daya tarik anjing Siberian husky.

Perawakan Siberian husky ini membuatnya terlihat menyeramkan dan galak, mirip seekor serigala. Siapa sangka anjing ini sebenarnya sangat baik, ramah, setia, juga penurut. Tak heran, banyak orang yang menjadikan Siberian husky sebagai hewan peliharaan.

Ketua Grup of Siberian Husky Semarang (GOSHS) Sandhika Pramudya menceritakan grup tersebut didirikan guna mempertahankan ras husky. Pasalnya di pasaran, karena keegoisan demi memuaskan manusia, husky terpaksa dikawinsilangkan. Tidak berlaku di Indonesia bahkan seluruh dunia.

"Sehingga kita ini owner maupun pencinta husky mau jenis ini tetap eksis. Terutama biar tidak dikawin silang. Di ajang perlombaan dog show diharuskan versi aslinya. Kalau mix pasti didiskualifikasi," kata warga Banyumanik Kota Semarang ini.

Perkawinan silang husky biasanya dilakukan untuk mendapatkan tampilan husky yang lebih menarik. Misalnya bulu lebat dan panjang. Mendapatkan mata yang berbeda hingga ukuran husky yang melebihi medium.

GOSHS dihidupkan kembali pada 2012, tepatnya 14 Februari. Awalnya hanya 10 anggota saja. Karena edukasi dan pendekatan GOSHS kepada masyarakat terutama pencinta husky, jumlah anggota meningkatkan. Sebelum pandemi mencapai 100 orang. Namun yang aktif sekitar 35 orang saja.

Kegiatan yang mereka lakukan tentunya beragam. Agenda rutin yakni membawa para husky camping. "Curug biasanya yang kita pilih. Karena lebih adem. Cocok untuk husky. Kota Semarang sendiri memang tergolong memiliki cuaca yang panas. Sehingga husky perlu pendingin ruangan sehingga mereka tidak overheat,"lanjutnya.

Soal cara memelihara husky, bapak dua anak ini, mengaku tidak jauh beda dengan anjing ras pada umumnya. Namun karena husky memiliki bulu yang lebih tebal tentu membutuhkan udara yang lebih dingin. Tak heran jika pemilik husky di Kota Semarang memiliki ruangan khusus yang tentunya ber-AC untuk husky beristirahat.

Dalam sebulan, pemilik husky bisa mengeluarkan biaya hingga Rp2 juta untuk makan dan perawatan. Lebih mahal lagi jika owner memang bertekad menjadi husky dog show. Ajang perlombaan bergengsi di pencinta anjing.

Beberapa anggota GOSHS sering mengikuti ajang tersebut. Salah satu persyaratan dog show yakni keaslian husky. Artinya, tidak dikawin silang dan garis keturunan yang jelas secara tertulis.

"Kalau memelihara itu soal komitmen. Mau gimana, dipelihara aja, diikutkan dog show atau untuk pekerja. Husky bukan anjing penjaga. Dia lebih manja dan hobi main. Dengan orang baru gampang banget akrab. Jadi tidak heran jika kita di komunitas bertukar cerita si husky kabur dan kebanyakan tidak balik alias hilang," ceritanya.

Husky juga memiliki naluri berburu. Sehingga anjing ini pun juga tidak direkomendasikan untuk menjaga hewan ternak. Tentu saja hewan ternak akan habis diburunya, walaupun tidak dimakan.

GOSHS juga tidak menjadi komunitas yang hanya kumpul saja, mereka juga menolong anjing yang sengaja dibuang ownernya karena tidak lagi lucu. Mereka pernah membawa tiga anjing husky yang kurus dan tidak terurus dari Temanggung. Satu akhirnya mati karena usianya sudah tua, dua diantaranya sudah mendapatkan owner baru bahkan diikutkan perlombaan kecerdasan anjing dan menang. (ria/ton) Editor : Agus AP
#Doglover #Siberian husky