RADARSEMARANG.ID, Semarang- Di Gedung Rasa Dharma (Boen Hian Tong), belasan lanjut usia (lansia) bergembira. Diiringi organ tunggal, para lansia menyanyi lagu-lagu mandarin, lagu dangdut, dan berdansa bersama.
Adalah Paguyuban Lansia Dharma Senja. Berdiri sejak tahun 1980an, setidaknya 60 orang yang merupakan lansia atau di atas usia 60 tahun dan pra-lansia atau di atas usia 50 tahun.
Namun, sejak pandemi Covid-19, banyak yang sudah meninggal. Tinggal beberapa yang aktif.
"Kalau tidak hujan, ada 20 lansia yang merupakan pensiunan, dan ibu-ibu rumah tangga dari Kota Semarang, dari Ngesrep, dari Tawangmas, dan lainnya," ujar Wakil Paguyuban Lansia Dharma Senja, Sigit Ariyanto.
Lelaki 69 tahun ini menambahkan, para lansia rutin bernyanyi, berdansa bersama pada hari Kamis pukul 11.00 - 13.00.
"Mereka menyanyi mandarin, pop, dangdut, dan lainnya. Kebanyakan lagu-lagu mandarin," jelasnya.
Diakui, pada usia senja ini jika tidak produktif, akan pikun dan tidak semangat dalam menjalani hidup.
"Kalau menyanyi ini kan otomatis menghafalkan ya, kalau dansa ini kan gerakannya yang dilatih, sehingga menghindari pikun, atau alzheime